SUBULUSSALAM – Wali Kota Subulussalam, H. Merah Sakti, S.H., mengingatkan para santri agar jangan terlibat gerakan radikalisme anti-Pancasila. Gerakan itu harus diwaspadai dan dilawan sehingga tidak merambah ke dayah-dayah.

Hal itu disampaikan Merah Sakti pada acara memperingati Hari Santri 2017 M/1439 H di Lapangan Beringin, Kota Subulussalam, Senin, 23 Oktober 2017. Selain menangkal gerakan radikal, Merah Sakti juga mengajak para santri melalui Forum Komunikasi Pendidikan Dayah (FKPD) untuk memberantas penyakit masyarakat (pekat) seperi judi togel, minuman keras dan wanita-wanita (weleh-weleh) jahil, termasuk menggeledah hotel yang terindikasi menjadi tempat maksiat.

“Tanpa dukungan ulama dan masyarakat, pimpinan daerah tidak mampu bekerja sendiri,” kata wali kota di hadapan ribuan santri dan unsur muspida, para kepala dinas, badan, kantor dan camat yang turut hadir dalam acara keagamaan tersebut.

Merah Sakti mengatakan, pemerintah menaruh perhatian besar terhadap kemajuan pendidikan dayah di daerah itu. Hal ini dibuktikan dengan memberikan biaya operasional untuk dayah-dayah senilai Rp1 miliar dan Rp300 juta bagi balai pengajian.

Pemerintah, kata Merah Sakti, juga mengirim 32 santri belajar di sejumlah pesantren ternama di daerah Jawa, segala biaya ditanggung oleh pemerintah. Program ini juga akan berlanjut pada 2018 dan 2019 mendatang hingga berakhir masa jabatannya.

Merah Sakti mengatakan, tahun 2018 mendatang, Pemerintah Kota Subulussalam juga memberangkatkan guru-guru terbaik dari puluhan balai pengajian tersebar di lima kecamatan. “Saya anak kampong, saya sangat peduli dengan pendidikan dayah dan balai pengajian,” ungkapnya.

Merah Sakti juga memberikan hadiah Rp1,5 juta kepada juara I pidato bahasa kampong (bahasa Singkil), juara II dan III masing-masing Rp1 juta dan RpRp750 ribu serta harapan I dan II masing-masing Rp500 ribu.[]