Karya: Taufik Sentana
Peminat prosa religi

Setelah fase Ramadan tibalah Fitri.
Fitri adalah aroma kesucian, kemurnian dan kebaikan Islam. Fitri datang dari pohon ketaatan yang rindang dan teduh.

Fitri adalah keindahan dari sebulan latihan dalam Ramadan.Mengenangnya bagai bersama orang terkasih.Sedang Fitri adalah titipannya bagi kita yang terus mencari dan belajar menemukan hakikat hidup.

Mungkin Fitri akan mulai tergerus saat hidangan makanan lebaran yang tersaji banyak, membuat kita lupa dan mubazir. Kita pun lupa pernah berlatih lapar untuk memperkaya jiwa dengan non materiil. Berlapar tidaklah menjadikan hina selama marwah terjaga dari meminta minta.

Selepas urusan makan, secara pelan, kita seakan lupa indahnya bertaqarrub dengan amal amal khusus.
Atau kita juga menyisihkan waktu untuk munajat dan bersimpuh
Sambil membayangkan tanah seberang yang abadi.

Apapun yang kita kumpulkan akan hilang
Kecuali disiapkan untuk bekal berpulang.
Kefitrian adalah selendang terbaik dari
Taman Ramadan. Merawat Fitri seperti kita menghidupkan malam malam kemarin. Melewati Fitri dengan harapan
Menambah mahabbah dan ketaatan.[]