Karya: *Taufik Sentana.
Ramadhan berlalu
Tawa senda menunggu
Riak gembira
Di halaman rumah
Seakan tanpa jeda.
Seketika mungkin langit akan cemburu:
Membuka kembali lembaran waktu
saat tangan tangan  dan wajah tengadah meminta.
Atau menjaga amalan jiwa dan tubuh
menjadi cahaya
yang menjuntai ke pintu langit.
Kini.. setelah singgah  sebulan berkah, apakah wajah dan hati hati kemarin terus melangit menyerap hadratNya?:
Hanya tunduk sejenak ke bumi membaca diri dan menyingkap nestapa tanah yang rendah.[]

*Taufik Sentana,
Banyak menulis puisi dan esai sosial. Penyuka prosa sufistik.