MENGEMBANGKAN dakwah kepada masyarakat luas adalah merupakan tugas setiap kaum muslimin, karena dakwah pada dasarnya menyeru manusia mengimani Allah SWT dan beribadah menurut ketentuan yang disyariatkan oleh Allah SWT.
Kewajiban berdakwah adalah merupakan kewajiban setiap muslim dan muslimah, karena yang dikatakan umat itu adalah berbentuk umat dari pribadi-pribadi umat yang mampu melaksanakan tugas tersebut disebut khair ummah (untuk terbaik) yang dilahirkan dikalangan manusia. Dari itu arah dakwah sudah tentu untuk perubahan social masyarakat. Dalam hubungan ini esensi dakwah dalam system sosio cultural adalah mengadakan dan memberikan arah perubahan. Mengubah struktur masyarakat dan budaya dari kezaliman kearah keadilan, kebodohan kearah kemajuan/kecerdasan, kemiskinan kearah kemakmuran, keterbelakangan kearah kemajuan yang semuanya adalah rangka meningkatkan derajat manusia dan masyarakat kearah puncak kemanusiaan (taqwa).
Oleh karena itu perubahan sosial menunjuk kepada arah tertentu, maka dakwah Islam itu berfungsi memberikan arah dan corak terbaik terhadap tatanan masyrarakat secara terus menerus ditengah-tengah dinamika perubahan sosial, agar tidak satu segipun yang terlepas dari pengarah dakwah. Tujuan dan maksud dari pada dakwah dapat diimplikasikan suatu usaha untuk mencegah atau memperbaiki prilaku umat manusia yang tidak sesuai dengan menurut ketentuan hukum yang ada dalam ajaran Islam. Dengan kata lain untuk mencegah umat manusia berbuat munkar, tetapi menyeru untuk berbuat kebaikan dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesame umat manusia.
Teknologi dan modernisasi telah merubah tatanan hidup manusia dari tradisional kepada modern yang pada tingkatnya pola fakir manusia selalu mengalami perubahan yang berkesinambungan terhadap kemajuan dakwah di era teknologi, begitu juga lingkungan sangat tergantung kepada lingkungan yang kondusif dan sumber-sumber lembaga-lembaga social yang dapat mengembangkan dan membutuhkan peningkatan pemahaman masyarakat di era teknologi. Akibat masyarakat atau lembaga dalam melihat suatu kondisi tidak menjadi pasif terhadap kemajuan teknologi.
Dakwah dalam era teknologi menunrut rumusan yang mampu menterjemahkan secara rasional setiap sisi ajaran al-Quran kearah yang lebih praktis, universal dan memahami. Pendekatan dakwah yang dikehendaki tidak lagi hanya dalam sisi deduktif tetapi juga mengandung muatan induktif sebagai upaya pencaharian wawasan dakwah yang lebih pragmatis. Masyrakat majmuk dan rasional yang tampak sebagai fenomena universal masyarakat dan teknologi menghendaki interpretasi dakwah yang memiliki korelasi, koherensi dan realistis dengan kondisi social kemasyarakatan serta perhitungan rasionalitas ilmu pengetahuan.[]
Ditulis oleh Helmi Abu Bakar El-Langkawi, Staf Pengajar di Dayah MUDI Mesjid Raya, Samalanga dan Sekretaris LP2M IAI Al-Aziziyah Samalanga.


