SUKA MAKMUE – Personel TNI Koramil Darul Makmur, Kodim 0116 Nagan Raya dibantu warga setempat memindahkan meriam peninggalan Raja Seuneu'am di Gampông Kuala Seuneu'am ke salah satu rumah warga agar lebih aman.
Awalnya meriam tersebut hendak dipindahkan ke Makoramil setempat. Namun, hasil musyawarah dengan ahli waris, meriam tersebut akhirnya diamankan di rumah M. Yusuf Amin, tokoh masyarakat setempat.
Meriam ini merupakan hadiah dari Kerajaan Turki di masa Kerajaan Seuneu'am atau Ujong Raja di masa lalu.
Dandim Nagan Raya Letkol Kav Mochamad Wahyudi menjelaskan, meriam yang diamankan berjumlah satu buah dengan panjang sekitar 1,7 meter pada bagian depan berdiameter 30 sentimeter dan bagian belakang 50 sentimeter.
“Masih minimnya kepedulian masyarakat maupun pemerintah terhadap aset sejarah sehingga menyebabkan beberapa situs sejarah khususnya di Nagan Raya hampir punah, hilang tanpa bekas,” tuturnya.
Masih menurut Dandim, sebelumnya anggota Koramil setempat pernah memeriksa ada dua pucuk meriam di sana. Namun, yang satunya telah hilang.
“Menurut pengakuan keluarga ahli waris, awalnya meriam tersebut berjumlah delapan pucuk,” kata Dandim.
Dalam hal ini Dandim sangat berharap, pemerintah setempat dan provinsi lebih proaktif mencagarkan situs-situs sejarah yang masih tersisa di daerah-daerah.
Begitu juga Pemerintah Pusat diminta jangan tinggal diam dalam hal ini. “Jika terus kita biarkan, maka situs sejarah yang selama ini masih telantar di daerah-daerah, ke depan bahkan bisa 'lenyap ditelan masa'.”
“Pemkab Nagan Raya dapat menetapkan lokasi-lokasi yang diketahui merupakan peninggalan kerajaan atau sejarah sebagai Cagar Budaya sehingga dapat dialokasikan anggaran pembangunan maupun perawatannya,” harap Dandim.[] (*sar)




