Selasa, Juli 23, 2024

Dinkes Gayo Lues Keluhkan...

BLANGKEJEREN - Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues mengeluhkan proses pencairan keuangan tahun 2024...

H. Jata Ungkap Jadi...

BLANGKEJEREN – H. Jata mengaku dirinya ditunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menjadi Pj....

Bandar Publishing Luncurkan Buku...

BANDA ACEH - Penerbit Bandar Publishing Banda Aceh meluncurkan sekaligus dua karya Dr....

Rombongan Thailand Selatan Kunjungi...

BANDA ACEH – Delegasi dari berbagai lembaga di Thailand Selatan mengunjungi Kantor Partai...
BerandaMHP: Kemenangan Pendukung...

MHP: Kemenangan Pendukung Referendum Turki Prestasi Luar Biasa

ANKARA — Partai Pergerakan Nasionalis (MHP) Turki menyebut kemenangan pendukung “YA” dalam referendum merupakan prestasi luar biasa.

“Rakyat Turki melalui proses pemungutan suara ini dengan penuh kehormatan dan memutuskan mengubah sistem pemerintahan atas keinginan mereka secara bebas dan sadar. Ini prestasi luar biasa,” kata pemimpin MHP Devlet Bahceli seperti dikutip kantor berita Turki, Anadolu Agency, Ahad (16/4).

Prestasi ini, kata Bahceli, tidak bisa diabaikan atau bahkan ditolak. Keputusan ini harus dihormati bersama sebagai hasil dimana warga Turki sepakat untuk memasuki sistem presidensial.

“Warga Turki sudah menyatakan keputusan akhir atas masa depan negerinya. Semua orang harus menghormatinya,” kata Bahceli.

Bahceli juga menyampaikan selamat kepada seluruh rakyat Turki dan partai politik Turik pendukung “YA” untuk referendum. Ia menyatakan era baru Turki sudah dimulai saat rakyat Turki menyatakan “YA” untuk referendum.

Presiden Recep Tayyip Erdogan sendiri sudah menyampaikan selamat kepada petinggi partai pendukung “YA” setelah mengklaim kemenangan, meski hasil resmi belum diumumkan.

Pada Ahad (16/4), rakyat Turki memberikan suara dalam untuk menentukan perubahan konstitusi melalui referendum. Perubahan konstitusi telah dibahas sejak Recep Tayyip Erdogan menjabat sebagai presiden pada Agustus 2014 lalu. 

Sementara itu, RUU perubahan konstitusi disahkan oleh parlemen Januari 2017. Reformasi akan menyerahkan kekuasaan eksekutif kepada presiden dan menghapuskan jabatan perdana menteri. Presiden juga akan diizinkan untuk mempertahankan hubungan dengan partai politik.[]Sumber:republika

Baca juga: