SIGLI – Mantan Pangglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Pidie Sarjani Abdullah mengajak semua elemen masyarakat Pidie mengawal perjanjian perdamaian atau MoU Helsinki agar tetap terjaga, sehingga proses implementasi Undang–Undang Pemerintah Aceh (UUPA) berjalan sesuai kesepakatan.

Ajakan itu diungkapkan Sarjani Abdullah pada peringatan Milad ke-40 GAM di Kantor Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pidie, Minggu, 4 Desember 2016. “Kesepakatan perdamaian yang telah kita gapai merupakan momentum untuk melanjutkan perjuangan kesejahteraan rakyat melalui partai politik. Maka mengawal isi MoU itu menjadi tugas kita,” kata Sarjani di hadapan ratusan anggota KPA.

Menurut Sarjani, sejak perjanjian damai ditandatangani, tidak ada lagi perang antara pemerintah RI dengan GAM, karena itu sudah komitmen kedua belah pihak. Untuk melanjutkan perjuangan Aceh memilki hak melalui jalur politik, yakni partai politik lokal.

 “Mari kita sama–sama bersatu untuk memperjuangkan penerapan UUPA sesuai dengan MoU Helsinki. Masih banyak butir-butir MoU yang harus kita laksanakan,” imbuh Sarjani yang maju kembali sebagai calon Bupati Pidie diusung Partai Aceh.

Sarjani berjanji konsisten memperjuangkan isi perjanjian yang masih belum terealisasi hingga saat ini. Selain itu, ia bersama rakyat Aceh dan ulama terus mengambil langkah untuk penerapan syariat Islam dan mencerdaskan generasi muda yang islami.

Pantauan portalsatu.com, dalam pada acara zkir bersama tersebut juga hadir calon Wakil Bupati Pidie diusung Partai Aceh M. Iriawan, sejumlah pimpinan dayah, anggota DPRK Pidie dari PA dan sejumlah petinggi mantan kombatan ban sigom Pidie. []