Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaBerita LhokseumaweMilad GAM, Bendera...

Milad GAM, Bendera Bintang Bulan Sempat Berkibar di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Warga dan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tergabung dalam Majelis Wilayah Kuta Pase memperingati Milad ke-45 GAM dengan melakukan zikir dan doa bersama di halaman Masjid Jamik At-Tahrir, Gampong Meunasah Manyang, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Sabtu, 4 Desember 2021.

Pada peringatan Milad GAM tersebut terlihat sempat berlangsung upacara pengibaran Bendera Bintang Bulan yang diiringi kumandang azan dan selawat. Saat bendera tersebut berkibar, dibacakan amanat dalam bahasa Aceh. Setelah itu pasukan pengibaran bendera menurunkan kembali Bendera Bintang Bulan.

Ketua Panitia Milad ke-45 GAM, M. Yasir, mengatakan dalam momentum Milad GAM kali ini pihaknya punya semangat terhadap perjuangan yang belum selesai karena belum terealisasinya seluruh butir-butir hasil perjajian damai (MoU Hesinki) yang telah diteken Pemerintah RI dengan GAM.

“Ini kami mengharapkan kepada Pemerintah Republik Indonesia harus betul-betul komitmen terhadap perdamaian Aceh. Apa yang sudah dijanjikan Pemerintah RI terhadap Aceh, ini benar-benar direalisasikan dan semua qanun-qanun kewenangan Aceh harus dituntaskan. Sebab, jika itu tidak dituntaskan maka beginilah kondisi Aceh yang terjadi saat ini,” kata Yasir kepada wartawan usai acara Milad GAM.

Menurut Yasir, pemerintah pusat harus punya komitmen bagaimana masalah Bendera Aceh (Bendera Bintang Bulan) ada kesepahaman bersama terhadap kewenangan Aceh.

“Bukan lagi dikhianati, sudah belasan tahun dikhianati. (Dibutuhkan) kejujuran antara kedua belah pihak. Sebab kami rakyat Aceh butuh keadilan terhadap perjanjian perdamaian Aceh. Makanya kita harapkan kepada Gubernur Aceh dan DPRA agar benar-benar menyikapi keadaan atau kondisi Aceh seperti yang kita lihat sekarang ini,” ujar Yasir.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, dikonfirmasi portalsatu.com terkait adanya pengibaran Bendera Bintang Bulan yang dilakukan sejumlah orang, mengatakan pihaknya sudah mengupayakan untuk diturunkan.

“Selesai berdoa langsung diturunkan. Kita tetap jaga kondusivitas Aceh, dan menjaga perdamaian Aceh dengan sebaik-baiknya,” ucap Eko Hartanto.[]

 

Baca juga: