Rabu, Juli 24, 2024

Tinjau Venue PON XII,...

SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie meminta rekanan terus memacu pekerjaan tiga venue yang...

Wali Nanggroe dan Mualem...

JAKARTA – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

Balai Syura: Perempuan Aceh...

BANDA ACEH - Balai Syura Ureung Inong Aceh dan seluruh elemen gerakan perempuan...

Pemko Subulussalam dan Pemkab...

SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemerintah...
BerandaMisalnya dan Misalkan,...

Misalnya dan Misalkan, Samakah?

Dua kata yang acapkali dianggap bermakna sama oleh sebagian penutur bahasa Indonesia adalah misalnya dan misalkan. Buktinya, kedua kata itu dipakai secara bergantian dalam kalimat untuk menyatakan contoh.

Kalimat seperti Banyak orang ingin belajar padamu, misalnya aku, tentu akan digunakan orang lain dengan versi yang agak sedikit berbeda, yaitu Banyak orang ingin belajar padamu, misalkan aku.

Lantas, benarkah misalnya dan misalkan bermakna sama ataukah ada perbedaan yang signifikan?

Bila merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, misalnya berbeda dengan misalkan.

Kata misalnya dipakai untuk menyebutkan contoh, sedangkan misalkan dipakai untuk pengandaian. Dengan kata lain, kata misalnya bersinonim dengan contohnya atau umpamanya. Adapun misalkan bersinonim dengan andaikan dan umpamakan.

Atas dasar itu, pemakaian misalnya pada kalimat Banyak orang ingin belajar padamu, misalnya aku, merupakan kalimat yang benar sebab sepadan maknanya dengan contohnya atau umpamanya. Maka, penggantian misalnya menjadi misalkan tidaklah tepat karena kalimat tersebut bukan pengandaian.

Contoh lain adalah (1) Banyak orang ingin menjadi kekasihmu, misalnya aku; (2) Misalkan aku sebagai kekasihmu. Pemakaian misalnya dan misalkan pada kedua contoh itu sudah tepat sebab misalnya pada kalimat pertama bermakna contoh, sedangkan misalkan pada kalimat kedua bermakna pengandaian.[]

Baca juga: