Oleh: Dian Novita Putri
Perbincangan yang semarak di kalangan gamers sekarang ini yaitu Pokemon Go, permainan yang diminati mulai kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Permainan ini memiliki sensasi yang sangat mengasyikkan dengan berburu monster Pokemon melalui teknologi AR (augumented reality).
Sensasi inilah yang menyebabkan Pokemon Go menjadi trend di kalangan gamers akhir-akhir ini. John Hanke merupakan seorang penemu game Pokemon Go. Hanke sudah memiliki perhatian pada dunia online game sejak ia masih duduk di bangku sekolah. Pada tahun 1996 John menciptakan sebuah MMO (Massively Multiplayer Online game) pertama yang ia beri nama Meridian 59. Lalu ia menjual game tersebut kepada 3DO.
Pada tahun 2000 John meluncurkan keyhole yang menghubungkan peta dengan foto udara, kemudian John menciptakan peta dunia yang mengikutsertakan GPS yang terhubung pada foto udara tiga dimensi. John Hanke meluncurkan keyhole karena ia akan membuat Google Earth, sejak inilah John bertekad untuk fokus pada dunia game yang berbasis GPS. Menurutnya dengan penggunaan ponsel yang semakin berkembang akan menjadi peluang besar baginya untuk mengembangkan game petualangan yang terkoneksi dengan dunia nyata.
Sejak tahun 2004, John menjalankan tim Google Geo hingga tahun 2010. Selama enam tahun inilah John bersama timnya membuat Google Maps dan Google Street View. Pada tahun 2010 John meluncurkan Niantic Labs, pada saat itu Niantic masih berstatus sebagai sebuah startup yang didanai oleh Google. Bersama dengan Niantic labs inilah John dan timnya membuat sebuah game pada peta. Dua tahun kemudian John menciptakan ingress (MMO berbasis geo), dan pada akhirnya John memutuskan untuk membangun Pokemon Go pada sebuah titik pertemuan yang dibuat oleh pemain ingress. Titik temu yang paling populer inilah yang menjadi pokestops dan gyms di Pokemon Go.
Menurut John Hanke, ada tiga hal yang akan didapatkan oleh pemain game Pokemon Go ini, yakni: olahraga, mengenal daerah sekitar dan berinteraksi dengan pemain lainnya. Game yang bisa ditentukan karakter pemain oleh para trainer yang sesuai dengan keinginan pemainnya ini membuat para trainer rela memasuki semak-semak belukar sampai nyebur ke kolam hanya untuk menemukan Pokestops (sebutan untuk monster pokemon). Bahkan ada juga yang rela kehilangan pekerjaannya demi memainkan game ini.
Sayangnya, di tengah popularitasnya yang kian beranjak, game ini mendapatkan sedikit ganjalan mengenai keamanan bagi penggunanya. Karena Niantic selaku pengembangnya dapat mengumpulkan data-data penting pemain seperti alamat email, alamat ip, nama pengguna bahkan lokasi di mana pemain berada saat memainkan game tersebut berdasarkan kebijakan privasi game Pokemon Go ini.
Game yang sedang ngehits ini sangat kontroversial karena pemainnya terkadang tidak memperdulikan bahaya yang mengintainya karena lalai dan keasyikan memainkan permainan. Meskipun begitu, faktanya sekarang Pokemon Go ini sudah diunduh oleh jutaan gamer di seluruh penjuru dunia.
Karakter Pokemon Go ini juga bisa ditemukan di tempat ibadah umat Islam (masjid). Tak ayal masjid yang seharusnya didatangi untuk beribadah malah digunakan oleh para gamer untuk berburu karakter Pokemon. Hal ini dapat memicu perilaku muda-mudi untuk datang ke masjid hanya semata karena ingin berburu monster Pokemon, bukan lagi untuk beribadah.
Oleh karena itulah Ulama Al-Azhar berpikir bahwa permainan Pokemon Go ini telah menyebabkan gangguan pada pekerjaan dan kegiatan ibadah keagamaan. Jauh hari sebelum permainan Pokemon Go diluncurkan, ulama Arab Saudi telah menfatwakan sikap anti Pokemon. Menurutnya, kartun Jepang telah mengganggu pikiran anak-anak dan lebih mempromosikan zionisme dan perjudian.
Kegilaan pada game Pokemon Go ini sangat mempengaruhi pikiran para gamer untuk meninggalkan lingkungan yang seharusnya ia gunakan untuk bersosialisasi dan berinteraksi sesama masyarakat setempat. Hal ini berdampak negatif, para gamers yang seharusnya berinteraksi dengan lingkungan pekerjaan, lingkungan sekolah bahkan lingkungan bermasyarakat sekalipun. Karena kegilaan pada permainan yang menantang ini membuat gamers tidak berpikir panjang lagi dan dapat mengakibatkan tingkah laku mereka semakin tidak terkontrol.
Efek positif yang didapatkan dari permainan Pokemon Go ini yaitu dapat dijadikan sebagai hiburan dan dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran. Sedangkan efek negatif yang didapatkan dari game tersebut antara lain memiliki jiwa assosial, malas beraktivitas dan kurang konsentrasi.[]
*Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia Ar-Raniry

