Aceh adalah sebuah wilayah yang akrab dengan perang dan melahirkan beberapa hal yang ada kata ‘perang’ pada namanya. Ada bu prang (nasi perang), dan ada mitos-mitos yang masuk akal dan kadang tidak masuk akal. Perang juga dijadikan nama orang, misalnya ‘Apa Prang’ (Paman Perang) atau ‘Ben Prang’ (Anak Perang).

Di antara mitos-mitos itu ada beberapa hal tentang senjata yang pernah dipakai dalam perang menurut masanya, di antaranya:

1. Peluru tidak bisa menembus pohon pisang

Saat perang GAM dengan RI pada periode setelah Reformasi Indonesia sampai berdamai (1998-2005), ada satu mitos yang berkembang di dalam masyarakat, yakni, apabila ditembak, orang-orang boleh berlindung di balik pohon pisang. Pohon pisang yang mengandung air dan berjaring akan menghambat terjangan peluru sehingga tidak bisa tembus. Benarkah itu? kalau benar, mengapa para tentara tidak menggunakan pohon pisang sebagai benteng?

2. Peluru tidak bisa menembus seng

Saat itu juga ada mitos yang berkembang, yakni, peluru dari senapan api tidak akan menembus seng sebab saat peluru mengenai seng akan tegelincir dan terbang ke arah lain. Sekiranya mitos ini benar, mengapa polri dan TNI memakai lapis baja lebih dari 1 centi meter di bagian depan kaca sebagian truck mereka?
 
3. Laras M16 akan bengkok setelah satu-dua magazine peluru ditembakkan secara terus menerus

Di masa itu pun ada mitos, bahwa senapan api M16 tidak bisa dipakai lama dalam bertempur karena larasnya tidak tahan panas? Dalam mitos itu senapan api M16 buatan Amerika Serikat disebutkan dipakai TNI? Sekiranya mitos tersebut benar, tidakkah senjata tersebut sudah dimuseumkan?

4. AK 47 bisa dipakai di dalam air dalam waktu lama

Dan, ada satu lagi, senapan serbu AK47 disebutkan dapat dipakai bertempur seraya senjata itu berada di dalam air dalam waktu lama? Senjata tersebut dikabarkan banyak dipakai oleh gerilyawan GAM saat itu. Sekiranya mitos ini benar, tidakkah para gerilyawan GAM akan selalu mencari tempat tempur dekat sungai dan paya karena air akan mendukung mereka. Dan, jika itu bisa dipakai dalam air dalam waktu lama, tidakkah para pamburu paus dan hiu akan memakai AK47 di dalam laut?

Demikian sedikit mitos tentang senjata di Aceh, ada kemungkinan terdapat beberapa mitos yang tidak disebutkan di sini.

Thayeb Loh Angen, penulis novel Aceh 2025.