BANDA ACEH – Pasca ditolaknya gugatan sengketa pilkada yang diajukan pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid oleh Mahkamah Konstitusi, M@PPA menyerukan kepada semua pihak yang ada di Aceh untuk menerima hasil keputusan tersebut. M@PPA menilai, pasca pilkada, Aceh harus segera dibangun, bukan memperpanjang konflik sesama kandidat pasca pilkada.
“Kandidat yang menang dalam pilkada Aceh 2017 kemarin adalah pilihan masyarakat Aceh,” ujar Koordinator Pusat M@PPA, Azwar AG, melalui siaran pers kepada portalsatu.com, Rabu, 5 April 2017.
Dia mengatakan masyarakat sudah paham kandidat mana yang bisa diberikan amanah dan melanjutkan pembangunan di Aceh, sesuai dengan Nawacita Nasional. “Kami menentang keras kelompok-kelompok yang selama ini mencoba untuk memperkeruh perdamaian dengan dalih pilkada. Pilkada bukan ajang untuk berkonflik, tetapi sebagai sarana untuk mencapai proses demokrasi lokal. Mendukung program pemerintah terpilih merupakan sebuah langkah yang paling bijak,” katanya lagi.
Menurutnya, masih ada program-program reintegrasi pasca MoU 2005 kemarin yang belum diselesaikan seperti lahan untuk mantan komandan dan pemberdayaan ekonomi. Di samping itu, kata dia, Aceh harus segera mengejar ketertinggalan dalam bidang investasi dan kesediaan lapangan kerja untuk sektor swasta.
“Pemerintah terpilih harus kita dukung, oposisi juga perlu diperkuat untuk menjadi penyeimbang pemerintahan. Semua hal tersebut akan terwujud dengan persatuan rakyat dimana kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja dan perdamaian adalah tujuan kita semua rakyat Aceh,” kata Azwar.
Dia mengatakan M@PPA akan menjadi garda terdepan dalam mengawal pemerintahan terpilih. Mereka juga siap untuk beroposisi dengan kelompok-kelompok yang tidak pro kepada perdamaian di Aceh.
“Kepada pemerintah terpilih M@PPA menyarankan untuk merangkul semua kelompok yang selama ini berseberangan dalam pilkada untuk sama sama terlibat dalam pembangunan di Aceh kedepan,” ujarnya.[]



