SUBULUSSALAM – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Subulussalam menyayangkan sikap pemerintah setempat terkait rencana pembangunan Monumen Patung Dampeng untuk melestarikan tarian adat Singkil. Menurut MPU mendirikan patung tidak relevan karena Aceh menganut syariat Islam.

“Hasil rapat beberapa hari lalu pada intinya semua anggota MPU menolak rencana pembangunan Patung Dampeng,” kata Ketua MPU Kota Subulussalam, H. Qaharuddin Kombih S. Ag kepada portalsatu.com, Rabu, 12 April 2017.

Ia mengatakan, MPU baru mengetahui adanya pembangunan Patung Dampeng di Subulussalam dari informasi yang berkembang di masyarakat setelah program ini mendapat penolakan dari sejumlah kalangan.

“Kami tahu dari masyarakat karena MPU tidak dilibatkan. Jika kami dilibatkan rencana pembangunan ini, mungkin kami bisa memberikan saran pendapat. Banyak cara lain untuk melestarikan budaya, tidak harus membangun patung,” kata Qaharuddin.

Lebih jauh Qaharuddin menjelaskan melestarikan budaya dan adat bisa saja dengan membangun museum, membuat buku tarian dampeng atau jadikan kegiatan ekstrakurikuler dan muatan lokal di sekolah-sekolah agar siswa mengetahui lebih luas tentang budaya suku Singkil, terutama tentang tarian dampeng.

“Melestarikan itu bukan di tugunya. Tapi bagaimana kita mewarisinya agar budaya itu tidak hilang, itu yang terpenting, tampilkan tarian ini setiap agenda daerah seperti yang sudah dilakukan selama ini. Atau jadikan muatan lokal di sekolah agar siswa bisa belajar tarian dampeng,” sarannya.

MPU Subulussalam berharap pemerintah bersedia meninjau ulang kembali terkait rencana pembangunan Patung Dampeng. MPU dalam dekat akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar upaya melestarikan adat bisa dilakukan dengan cara lain tanpa harus mendirikan patung yang merupakan budaya orang barat.

Penolakan juga disampaikan dari kalangan mahasiswa asal Subulussalam yang saat ini sedang menimba ilmu di perguruan tinggi di Banda Aceh. Ali Akbar, mahasiswa FISIP Unsyiah mengatakan pembangunan Patung Dampeng tidak terlalu memberikan dampak positif kepada masyarakat.

Ia menyarakan sebaiknya rencana pembangunan Patung Tiga Dimensi itu terlebih dahulu didiskusikan terkait keberadaan adat dan budaya suku Singkil sehingga tidak menimbulkan pro kontrak di tengah-tengah masyarakat.

Sebelumnya diberitakan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Subulussalam akan membangun Patung Pahlawan di Kecamatan Rundeng dan Patung Dampeng di Kecamatan Simpang Kiri dengan anggaran sebesar Rp1,9 miliar APBK 2017.[]