BIREUEN – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXV Tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2021 digelar hanya pada siang hari. Hal itu mempertimbangkan masa pandemi Covid-19.
Bupati Bireuen Dr. H. Muzakkar A. Gani, S.H., M.Si., membuka kegiatan dua tahun sekali itu di panggung utama di Kompleks Masjid Agung Bireuen, Selasa, 27 Juli 2021.
Bupati Bireuen berharap MTQ XXXV berlangsung dengan baik. MTQ kali ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya sebab disesuaikan dengan protokol kesehatan.
“Pandemi Covid-19 masih kita alami dan belum tahu kapan akan berakhir. Makanya tidak ada keramaian, pasar malam dan kerumunan. Semua diminta menjaga protokol kesehatan,” kata Muzakkar.
Ia berharap semoga apa yang sudah ditetapkan dipatuhi untuk mencegah penyebaran covid dan MTQ berlangsung lancar. Bupati mengimbau kepada Satpol PP dan WH serta TNI, Polri berpartisipasi aktif dalam menjaga penegakan aturan protokol kesehatan.
“Kami ingin pandemi tidak menyurutkan semangat untuk setiap cabang MTQ. Kegiatan MTQ merupakan kegiatan untuk menumbuhkan kecintaan dan memahami Alquran sebagai sumber inspirasi kehidupan,” katanya.
Kegiatan ini diharapkan dapat membentengi generasi muda dari pengaruh negatif narkoba dan judi online. Juga menjadi ajang seleksi profesional untuk MTQ provinsi. “Kepada hakim memberi nilai adil dan tanpa dipengaruhi sikap nepotisme,” tegasnya.
Kadis Syariat Islam Kabupaten Bireuen Anwar, S.Ag., MAP., mengatakan MTQ bertujuan menyeleksi calon peserta MTQ Tingkat Provinsi Aceh yang akan digelar November 2021 di Kabupaten Bener Meriah.
MTQ Bireuen digelar 27 Juli sampai 2 Agustus 2021 memperlombakan delapan cabang yaitu Tilawah, Qiraah, Hifzil, Tafsir, Fahmil, Syarhil, Khattil dan KTIQ (Karya Tulis Ilmiah Al-Quran).
Perlombaan di tiga lokasi terpisah, yaitu Kompleks Masjid Agung Bireuen, Kompleks SKB Cot Gapu Bireuen dan Kompleks Kampus IAI Al-Muslim Aceh di Paya Lipah Kecamatan Peusangan.
“Jumlah peserta keseluruhannya 589 orang, 51 official dari 17 kafilah/kecamatan, 24 golongan perlombaan dari 8 cabang MTQ. Mengingat masih dalam suasana pandemi Covid-19, pelaksana kegiatan mengikuti protokol kesehatan yang ketat,” katanya.
MTQ dilaksanakan hanya siang hari mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB. Untuk menghindari kerumunan penonton di lokasi MTQ, panitia melakukan live streaming (siaran langsung) melalui beberapa
radio swasta lokal.
Live streaming juga bisa disaksikan sampai 7 hari ke depan melalui channel media sosial youtube Dinas Kominfo Bireuen dan sudah dilakukan sosialisasi link aksesnya kepada masyarakat secara luas.[](Murdeli)






