Haji Uma menyerahkan bantuan Buis Beton cincin sumur kepada Siti Fatimah (60) mualaf asal Nias di Desa Buluh Dori, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Kamis, 18 Februari 2021. Foto Sudirmanportalsatu.com/
Ringkasan AI:
SUBULUSSALAM – Anggota DPD RI asal Aceh, Haji Sudirman atau Haji Uma menyerahkan bantuan buis beton atau cincin sumur kepada Siti Fatimah (60). Dia merupakan mualaf asal Nias di Desa Buluh Dori, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Kamis, 18 Februari 2021.
Sebanyak 10 unit cincin sumur tersebut langsung dipasang oleh tukang yang turut hadir dalam kesempatan itu dan biayanya ditanggung oleh Haji Uma.
Selain cincin sumur, Haji Uma ini juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai kepada Siti Fatimah. Abu Yusniar pemeran dalam serial komedi Aceh ini juga sempat berbincang menanyakan usaha apa yang perlu ditekuni mualaf asal Nias tersebut.
Siti Fatimah mengutarakan keinginannya berternak bebek namun sampai saat ini belum terwujud karena terkendala biaya. Haji Uma berjanji akan memberikan bantuan bibit bebek nantinya akan diserahkan melalui LO Kota Subulussalam.
Bantuan 100 ekor bebek tersebut untuk dipelihara Siti Fatimah supaya menjadi usaha untuk kebutuhan keluarganya dan menjadi sumber pendapatan ekonomi keluarga guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Kepada ibu Fatimah, saya akan bantu 100 ekor bibit bebek untuk dibudidayakan. Tentu hal ini menjadi perhatian kita bersama agar ke depan ibu Fatimah bisa menghidupi anak-anaknya yang masih kecil. Jika 100 bebek nantinya dikelola dengan baik, Insya Allah akan membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Ini yang perlu kita pikirkan usaha untuk ibu Fatimah,” kata Haji Uma.
Haji Uma yang turut didampingi Staf Khususnya, Mulyadi, LO Kota Subulussalam, Kaya Alim, dan Ketua DPD KNPI Kota Subulussalam, Edi Sahputra Bako langsung mencek di sekitaran rumah Siti Fatimah yang baru dibedah oleh DPD KNPI Kota Subulussalam beberapa waktu yang lalu.
Haji Uma juga berharap kepada anak-anak Fatimah yang sebagian putus sekolah agar melanjutkan sekolah. Mengenai biaya, Haji Uma menegaskan akan tetap memperhatikan keluarga Fatimah demi kehidupan yang lebih baik kedepannya.
Anak Fatimah yang sudah berumur 12 tahun telah putus sekolah karena terpaksa menjaga adik-adik yang masih kecil saat ibunya pergi bekerja sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit. []