Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaMualem: Pelaksanaan Syariat...

Mualem: Pelaksanaan Syariat Islam dalam Akidah Aswaja Amanah Wali Hasan Tiro

TAPAK TUAN – Wakil Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf menyatakan, pelaksanaan syariat Islam dalam akidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah adalah amanah dari Wali Nanggroe Aceh almarhum Tgk. Muhammad Hasan Di Tiro.

Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Mualem itu, dalam sambutan singkatnya pada acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Aswaja di Kompleks Dayah Madynatuddiniyah Babul Huda, yang berada di Gampong Pasie Kuala Asahan, Kecamatan Kluet Utara, Rabu, 7 September 2016.

“Oleh karena itu, sejak awal saya sudah berkomitmen untuk berada pada barisan depan masyarakat Aceh yang memperjuangkan Ahlus Sunah Wal Jama'ah,” ujar pria yang telah mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon Gubernur Aceh pada Pilkada 2017 mendatang dan berpasangan dengan politisi Partai Gerindra, Ir. H. T. A. Khalid.

Tiba di komplek dayah, Wagub Mualem disambut langsung oleh ulama karismatik Aceh, Abu Mustafa Puteh Paloh Gadeng, Abon Armia Waled Marhaban, Sekretaris Daerah Aceh Selatan, pimpinan Dayah Madynatuddiniyah Babul Huda, Tgk. Hamdani Abdullah serta sejumlah pengurus Dayah dan tokoh masyarakat Kluet Utara. Wagub dan rombongan juga disambut dengan atraksi silat.

Dalam kesempatan tersebut, setelah berembuk dengan pimpinan dayah dan sejumlah tokoh termasuk Abu Paloh Gadeng, Wagub juga menabalkan nama masjid yang berada dalam Kompleks Dayah Babul Huda itu dengan Masjid Aswaja Babul Huda.

“Karena Masjid ini belum memiliki nama, maka kami telah bersepakat dengan Abu Paloh Gadeng dan pimpinan Dayah untuk menyematkan nama 'Masjid Aswaja Babul Huda'. Kita tentu saja berharap pembangunan masjid ini dapat selesai dengan segera, sehingga dapat menunjang pendidikan di dayah ini, sehingga nantinya akan lahir ulama-ulama dayah yang handal dan dapat menjaga dan mensyiarkan Islam,” kata Wagub.

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur Aceh, TA Khalid, dalam sambutan singkatnya menyatakan akan mendukung penuh Mualem untuk menegakkan aqidah Ahlussunah wal jama'ah di Bumi Serambi Mekah.

“Kami sangat mengharapkan dukungan dari Abu dan Abon sekalian. Insya Allah, bersama Mualem kami akan menegakkan Syari'at Islam yang sesuai dengan akidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah,” kata T. A. Khalid.

Khalid juga mengungkapkan, sejak awal diminta untuk mendampingi Mualem sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh pada pilkada mendatang, Ketua Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh itu telah menyampaikan tentang dua tugas berat yang menjadi fokus mereka jika mendapat amanat dari masyarakat untuk memimpin Aceh.

“Dua hal yang disampaikan oleh Mualem sebagai tugas besar kami jika nantinya mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk memimpin Aceh adalah meneguhkan ideologi ke-Acehan dan menegakkan aqidah Ahlussunah wal jama'ah. Oleh karena itu, kami meminta dukungan dari semua pihak untuk memenangkan kami pada Pilkada mendatang, sehingga cita-cita kita untuk menegakkan ideologi ke-Acehan dan aqidah Ahlussunah wal jama'ah di Aceh dapat segera terwujud,” kata T. A. Khalid.

Di sisi lain, Abu Paloh Gadeng, mengatakan membangun masjid adalah perbuatan mulia. Ulama karismatik Aceh itu juga menghimbau agar seluruh masyarakat mau membantu pembangunan masjid dimana pun berada. 

Dia mengatakan ada lima cara bagi masyarakat untuk membantu pembangunan masjid.

“Pertama bantu dengan harta, jika tidak mampu maka bantu dengan tenaga, jika tidak mampu, maka bantu dengan pikiran atau ide, jika masih tidak mampu, maka bantu dengan do'a. Jika masih juga tidak mampu, maka bantulah dengan diam, yaitu tidak berkomentar hal-hal tidak benar dan tidak sesuai fakta yang dapat mengganggu proses pembangunan masjid,” kata Abu Paloh Gadeng.

Dalam kesempatan tersebut, Abu Paloh Gadeng juga menyampaikan dukungannya terhadap pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid sebagai calon Gubernur Aceh periode 2017-2022 mendatang.

“Mualem dan T. A. Khalid adalah pasangan yang telah menyampaikan komitmennya untuk menegakkan Syari'at Islam di Bumi Aceh secara kaffah dan sesuai dengan akidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. Oleh karena itu, kita harus memberikan dukungan bagi kemenangan pasangan ini sehingga dapat memimpin Aceh pada periode mendatang.”

Senada dengan Abu Paloh Gadeng, Tu Bulqaini juga menekankan, jika masyarakat ingin mengembalikan kejayaan Aceh, maka Syari'at Islam harus ditegakkan dengan akidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

“Mualem dan T. A. Khalid adalah pasangan pemimpin yang tepat untuk mengembalikan kejayaan Aceh karena komitmen mereka untuk menegakkan syariat Islam dalam aqidah Ahlussunah wal jama'ah sangat tinggi,” kata Tu Bulqaini.

Tu juga berpesan kepada masyarakat agar tidak merasa alergi dengan para ulama yang terjun ke kancah politik. Menurut Tu Bulqaini, pemahaman agama yang dimiliki para ulama akan menjadikan panggung politik berjalan lebih santun dan sesuai dengan koridor agama.[](bna)

Baca juga: