JANTHO – Calon Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf bersilaturrahmi sekaligus menghadiri peringatan tahun baru Islam 1438 H dengan masyarakat Cot Keueng, yang dipusatkan di Mesjid Darul Falah, Kutabaro, Aceh Besar, Selasa, 4 Oktober 2016.

Bersama Muzakir Manaf, hadir pula calon bupati dan calon wakil bupati Aceh Besar Saifuddin Yahya-Djuanda Jamal, serta calon bupati Aceh Jaya, Pang Toni.

Mualem, sapaan akrab Muzakir Manaf bersama pasangan calon bupati Aceh Besar dipeusijuk oleh Ketua Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Aceh Ali Basyah, serta para teungku di kawasan Cot Keueng.

Mualem menyebutkan, momentum tahun baru Hijriah merupakan tahun baru yang harus disambut dengan gembira. “Mari kita buka buku baru yang masih bersih, dan kita menulis agenda baru yang tentunya untuk kebaikan kita bersama,” katanya.

Ia juga mengatakan, dirinya tidak meragukan sedikitpun kesetiaan masyarakat Cot Keueng. Sejak zaman peperangan melawan Belanda hingga perjuangan GAM, masyarakat Cot Keueng tetap setia.

“Bentuk kesetiaan masyarakat di sini (Cot Keueng) cukup besar. Jika perlu dengan emas kita ukir Cot Keueng ini,” ujar Mualem disambut tepuk tangan warga.

Salah satu warga, Sofyan, mengatakan masyarakat merindukan sosok mantan Panglima GAM itu untuk memimpin Aceh ke depan.

“Orang Cot Keueng merindukan Mualem. Kami mengharapkan Mualem bisa memimpin Aceh ke depan tentunya dalam bingkai syariat Islam,” ujar Sofyan.

Sementara itu, Saifuddin Yahya, mengapresiasi apa yang dilakukan oleh masyarakat Cot Keueng. Apa yang dilakukan masyarakat kata pria yang akrab disapa Pak Cek ini, merupakan bentuk dukungan dalam melakukan pembangunan di Aceh Besar. Ia berjanji akan melakukan pemerataan pembangunan.

“Karena itu, dalam agenda politik tahun 2017 harus kita menangkan. Tunjukkan kebersamaan kita, bahwa kita mampu memenangkan Partai Aceh,” kata Pak Cek.

Pak Cek menambahkan, seluruh jajaran Partai Aceh harus membangun komunikasi yang baik bersama rakyat, karena jabatan bupati adalah jabatan yang dipercayakan oleh rakyat. “Kita bekerja untuk rakyat.”

Djuanda Jamal, pada kesempatan yang sama berterima kasih atas dukungan yang diberikan masyarakat kepada dirinya beserta Pak Cek. Partai Aceh, katanya adalah partai lokal besar yang mampu melakukan berbagai langkah politik untuk berdiplomasi dengan berbagai bangsa lain, sehingga kejayaan Aceh bisa kembali terjadi.

Djuanda menyebutkan, ia bersama Pak Cek akan menyusun kerangka pembangunan ke depan, yaitu pemerataan dalam pembangunan. “Kita semua harus terlibat membangun Aceh,” ujar Djuanda Jamal.

Ia berjanji untuk terus menjaga loyalitas dan komitmen dalam memperkuat Partai Aceh. “Mari sama-sama membangun masyarakat yang mandiri, sehat dan cerdas. Kita harus memanfaatkan potensi alam dan mengelola potensi manusia kita sehingga Aceh Besar bisa maju.”[]