ACEH UTARA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh melaksanakan kegiatan Outbond Pembekalan Mitigasi dan Siaga Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 yang berlangsung di kawasan pesisir Matang Puntong, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan dan kebijakan pimpinan DPP Partai Aceh dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan relawan dan kader Partai Aceh menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Desember 2025, ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai unsur. Selain relawan dan kader Partai Aceh dari beberapa kecamatan yang ada di kawasan Aceh Utara, kegiatan ini juga diikuti oleh Kader Muda Seudang, Komite Peralihan Aceh (KPA), serta Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah aparatur pemerintahan desa dan kecamatan sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi lintas elemen dalam penanganan bencana berbasis wilayah.
Pembekalan mitigasi dan siaga bencana diberikan secara langsung oleh tim Dinas Sosial, BPBD, Dinas Kesehatan, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana). Materi yang disampaikan meliputi mitigasi bencana hidrometeorologi, manajemen posko darurat, pertolongan pertama, pelayanan kesehatan darurat, hingga simulasi penanganan cepat dalam menghadapi bencana banjir, abrasi, dan cuaca ekstrem yang kerap terjadi di wilayah pesisir.
Metode outbond diterapkan untuk memperkuat jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, solidaritas, serta kekompakan seluruh peserta dalam menghadapi situasi darurat di lapangan.
Salah satu tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan apresiasi tinggi kepada Tgk. H. Muharuddin selaku Wakil Bendahara DPP Partai Aceh. Ia menilai kehadiran Tgk. H. Muharuddin telah membangkitkan semangat dan kepedulian kader, relawan, Kader Muda Seudang, KPA, serta jaringan pendukung Partai Aceh di Aceh Utara untuk terus terlibat aktif membantu masyarakat dalam setiap situasi kebencanaan.
Perlu ditegaskan bahwa selama musibah banjir yang terjadi di akhir tahun ini, kader dan relawan Partai Aceh bersama Kader Muda Seudang, KPA, dan JASA telah bekerja secara maksimal di lapangan membantu masyarakat terdampak. Meski tidak selalu tampak di permukaan, karena jarang memakai baju dan atribut partai aceh dan hal tersebut bukan karena ketidakhadiran, melainkan karena kerja-kerja kemanusiaan dilakukan tanpa mengedepankan atribut, dengan menempatkan nilai kemanusiaan di atas simbol.
Dalam keterangannya, Tgk. H. Muharuddin menegaskan bahwa kerja-kerja kemanusiaan harus dilaksanakan dengan keikhlasan dan tanpa pamrih, serta berorientasi pada kebermanfaatan nyata bagi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan pembekalan tersebut, para peserta akan melaksanakan aksi pembersihan di sejumlah tempat ibadah seperti masjid, fasilitas pendidikan, puskesmas, pesantren, serta berbagai tempat umum lainnya sebagai bentuk pengabdian sosial dan kepedulian kemanusiaan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Partai Aceh berharap kesiapsiagaan relawan, kader, Kader Muda Seudang, KPA, dan seluruh jaringan pendukung semakin kuat, khususnya di Kabupaten Aceh Utara, serta dapat menjadi Role model gerakan kemanusiaan yang solid dan berkelanjutan di Aceh pada umumnya. Partai Aceh berkomitmen untuk terus hadir, bekerja, dan membersamai rakyat Aceh dalam menghadapi setiap musibah dan tantangan kemanusiaan.[]





