BANDA ACEH – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Aceh sekaligus Komandan Wilayah KOKAM SAR Aceh, Ikhwan Julmi, menghimbau kepada pemerintah dan masyarakat, untuk siap siaga dalam menghadapi kontinjensi (keadaan tidak menentu) apabila terjadi eksodus (pengungsian) besar-besaran muslim Rohingya ke Aceh khususnya, dan Indonesia umumnya, dalam rangka menyelamatkan diri dari pembantaian, melalui jalur laut.

“Kita pernah punya pengalaman di mana muslim Rohingya pernah terdampar di Indonesia di Aceh pada tahun 2015 dan Pemuda Muhammadiyah di Aceh mulai tingkat Wilayah dan Daerah pada saat itu, sebagaimana banyak pihak lainnya, pernah berpartisipasi membantu pemerintah dalam memberikan Pemenuhan Kebutuhan Dasar bagi Pengungsi Muslim Rohingya,” kata Ikhwan, di sela-sela kegiatan Silaturahmi Mahasiswa Baru (Sikmaba) Tahun 2017, di Kampus Unmuha, Banda Aceh, Sabtu 9 September 2017.

Didampingi Budi Ardiansyah, Sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Aceh yang juga sebagai Manejer Unmuha Convention Center Ahmad Dahlan, Ikhwan Julmi menyampaikan rasa prihatin tehadap pembantaian etnis Muslim Rohingya di Arakan (Rakhine), Myanmar, dan karenanya, ia meminta umat Islam ikut berperan membantu Muslim Rohingya secara terhormat dan bermartabat.

“Kemarin (8 September 2017) seluruh Ummat Islam di Indonesia telah bergerak bersama menyuarakan keprihatihan dan solidaritasnya terhadap Muslim Rohingya termasuk di Aceh di mana semua elemen peduli Muslim Rohingya berkumpul di Kantor MPU Aceh. Kita juga mendesak pemerintah untuk mengambil langkah-langkah yang cepat dan tepat dalam rangka penyelesaian tragedi kemanusiaan tersebut sesuai dengan amanah Undang-Undang Dasar 1945 dalam rangka menciptakan perdamaian dunia,” kata Ikhwan.[]