LHOKSUKON – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara meminta masyarakat yang tinggal di 16 kecamatan rawan banjir agar tetap siaga selama musim hujan. Pasalnya, perubahan iklim dan cuaca ekstrim rentan akan bencana alam, seperti banjir, angin kencang dan longsor.

“Banjir di Aceh Utara sudah menjadi langganan, baik banjir kiriman atau pun akibat hujan deras. Masyarakat harus selalu siaga, khususnya di saat musim hujan seperti sekarang. Demikian juga dengan angin kencang, harus diwaspadai,” ujar Kepala BPBD Aceh Utara, Munawar, kepada portalsatu.com/, Selasa, 28 November 2017.

Kata Munawar, terdapat 16 kecamatan rawan banjir di Aceh Utara, namun yang terparah meliputi Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu, Lhoksukon, Langkahan, Cot Girek, Paya Bakong, Murah Mulia, Tanah Luas, Samudera, Kuta Makmur, Simpang Kramat, Geuredong Pase.

“Untuk masyarakat yang tinggal di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), kita minta selain mewaspadai banjir, juga waspada akan longsor. Kita dari BPBD juga sudah siap siaga, apabila ada laporan dari camat tentang adanya banjir, maka kita siap turun ke lokasi dengan peralatan yang dibutuhkan,” terang Munawar.

Terkait musibah angin puting beliung di Dusun Cot Raboe, Gampong Matang Sijuek Timu, Kecamatan Baktiya Barat, kata Munawar, pihaknya langsung turun ke lokasi pasca kejadian.

“Kita sudah menyalurkan bantuan masa panik, berupa selimut, kain sarung, tikar, sajadah dan lainnya. Hingga saat ini petugas masih terus memantau perkembangan di lokasi, kita siap kapan pun dibutuhkan masyarakat,” pungkas Munawar.[]