Dalam pandangan sebagian muslim, wanita tidak seharusnya berperan di luar rumah entah sebagai karyawan atau apapun. Bagi penganut pandangan ini, wanita sebaiknya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah untuk mengurus keluarga.

Hal itu tidak berlaku pada Jackie Y Ying. Wanita kelahiran Taipei, Tiongkok, 59 tahun lalu seolah ingin mendobrak pandangan itu. Dia ingin membuktikan seorang muslimah tidak harus melulu berada di rumah.

Upaya itu tampaknya berhasil. Ying dinobatkan sebagai profesor termuda bidang Bioenginering dan Nanoteknologi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Dikutip dari worldstorytoday.com, Ying tumbuh di Singapura setelah keluarganya memutuskan pindah ke sana. Di sana, bersekolah di Raffles Girls' School, sekolah unggulan di Singapura.

Di usia 15 tahun, Ying pindah New York bersama keluarganya. Dia lalu lulus dan meraih BE pada bidang Teknik Kimia dari The Cooper Union, New York dengan penuh kehormatan pada 1987. Setahun kemudian, Ying meraih gelar MA dari Princeton University, sebuah universitas riset swasta Ivy League.

Ying kemudian meraih PhD Teknik Kimia dari Princeton University pada 1991. Dia lalu bergabung dengan Jurusan Teknik Kimia MIT dan dinobatkan sebagai profesor penuh di jurusan yang sama pada 2001, saat berusia 35 tahun.

Pada tahun 2003, Ying memutuskan kembali ke Singapura dan mengabdi sebagai Direktur Eksekutif Institute od Bioenginering and Nanotechnology (IBN).

Dia juga tercatat sebagai salah satu Advisory Board of Society for Biological Engineering juga pada Scientific Advisory Boards of Molecular Frontiers dan pada Pusat Katalis Ilmu Pengetahuan Universitas King Abdullah.

Dia juga mendapat gelar profesor kehormatan dari King Saud University Arab Saudi, Jilin University Tiongkok, Sichuan University Tiongkok, dan Nanyang Technology University Singapura.

Ying juga merupakan editor Nano Today, jurnal ilmiah internasional untuk bidang nanoscience dan teknologi. Selain itu, dia telah memiliki 340 publikasi di sejumlah jurnal ilmiah.

Tidak hanya itu, Ying juga memiliki 150 paten utama yang digunakan sejumlah perusahaan startup multinasional. SmartCells Inc merupakan perusahaan yang dia dirikan untuk mengatur pelepasan insulin secara otomatis.[] Sumber: dream.co.id