LHOKSUKON – Sejak beberapa hari terakhir cuaca ekstrem melanda wilayah Aceh Utara dan sekitarnya. Akibatnya sebagian nelayan takut melaut hingga harga ikan pun melonjak naik.
Nelayan sampai hari ini tidak berani melaut, akibatnya harga ikan meningkat daripada biasanya, kata Panglima Laot Kabupaten Aceh Utara, Ismail Insya, kepada portalsatu.com, Selasa, 9 Februari 2016.
Ismail menyebut saat ini gelombang laut tinggi dan angin kencang. Itu sebabnya, para nelayan lebih memilih menghabiskan waktu untuk memperbaiki jaring dan perahu agar semua siap pakai ketika cuaca kembali normal.
Di laut cuaca ekstrem, ikan pun sulit untuk didapatkan, sejumlah nelayan hanya berani melaut di bawah empat mil. Ini yang menyebabkan harga ikan terus melonjak naik, ujar Ismail.
Ismail menambahkan, selama cuaca ekstrem kebutuhan ikan untuk Aceh Utara dipasok dari kawasan Belawan dan Sibolga, Sumatera Utara. “Sebab nelayan Aceh Utara hanya bisa menangkap ikan di tepian pesisir, dan ini tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat,” katanya.
Panglima Laot ini mengimbau para nelayan yang nekat melaut agar tetap berhati-hati lantaran cuaca ekstrem. “Siapkan berbagai perlengkapan agar jika sewaktu-waktu cuaca ekstrim nelayan bisa menyelamatkan diri nantinya,” ujar Ismail.[] (idg)


