KENDARI – Rata-rata nilai UN SMP dan sederajat pada tahun ajaran 2015/2016 menurun dibanding tahun sebelumnya. Hal ini terlihat, salah satunya di Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Jika dirata-ratakan, nilai UN SMP tahun ajaran 2015/2016 menurun. Tetapi, tidak ada lagi yang namanya lulus dan tidak lulus, hanya saja kita melihat nilai yang didapatkan siswa yang bersangkutan apakah tuntas atau tidak tuntas,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) Sultra Damsid di Kendari, seperti dilansir Antara, Sabtu (11/6/2016).
Damsid mengatakan, nilai UN SMP sederajat yang tidak tuntas tahun ini bisa mencapai 30 persen dari total 46.245 peserta. Kemdikbud sendiri menetapkan nilai standar minimal 5,5.
“Untung saja, sudah ada kebijakan dari pemerintah bahwa tidak ada lagi yang namanya lulus dan tidak lulus,” katanya.
Menurut dia, andai masih menggunakan standar nilai kelulusan, maka tahun ini siswa SMP di Sultra banyak yang tidak lulus, bisa mencapai hingga 30 persen dari peserta UN. “Tetapi kan tidak ada lagi yang namanya standar kelulusan karena semua siswa dinyatakan lulus dari kebijakan sekolah masing-masing bukan lagi standar nilai,” ujarnya.
Damsid prihatin dengan penurunan nilai rata-rata UN SMP yang didapatkan oleh peserta didik tersebut, dalam artian kualitas pendidikan tingkat SMP saat ini mengalami penurunan. “Sebenarnya kami juga belum mengetahui apa yang menjadi penyebab turunnya nilai yang didapatkan siswa, tetapi kami akan melakukan penelitian untuk mengetahui apa penyebabnya untuk perbaikan ke depan,” katanya.[] sumber: okezone.com

