Ada banyak kata dalam suatu bahasa memiliki bentuk yang sama dengan kata dalam bahasa lain. Meski demikian, jangan disangka maknanya akan sama pula. Kata yang maknanya positif dalam suatu bahasa belum tentu positif juga dalam bahasa lain. Begitu pula sebaliknya.
Sebut saja misalnya Lumia yang pernah dilakapkan pada Nokia Lumia. Dailymail sebagaimana dikutip oleh www.beritasatu.com, menyebutkan, di daratan Spanyol, Eropa Selatan, Lumia berarti pelacur atau perempuan panggilan. Karena namanya yang negatif itu, dulunya Nokia diduga tidak akan berani menjual ponsel terbarunya itu.
Lebih lanjut, www.beritasatu.com mengabarkan Perbincangan tentang Lumia, ponsel pintar pertama berbasis Windows dari Nokia, pertama kali muncul di media sosial Twitter dengan komentar-komentar seperti, “Lumia sepertinya berarti pelacur di Spanyol.”
Sementara beberapa pemilik akun lain menulis sedikit nakal, “Jika Lumia dalam bahasa Spanyol berarti pelacur, bukankah itu artinya mereka yang mempunyai Nokia 710 dan 800 adalah germo?” Nokia 710 dan 800 adalah nama lain dari ponsel pintar terbaru Nokia itu.
Namun, Nokia bukan perusahaan pertama yang punya pengalaman buruk soal nama. Aplikasi ponsel Apple terbaru iPhone 4S, Siri, berarti bokong dalam bahasa Jepang.
Perusahaan lain, selain pabrikan IT, yang bermasalah dengan nama adalah Ford. Ketika mengeluarkan mobil teranyar dengan nama Pinto, mobil itu ditolak di Brazil. Di negara itu pinto merupakan bahasa gaul untuk alat kelamin pria.
Lain lagi dengan Sega. Produsen layanan game itu pernah membuat kesalahan serius ketika pertama kali menyingkat namanya dari Service Game menjadi Sega. Di Italia sega merupakan istilah slang untuk masturbasi bagi laki-laki.
Begitu juga dengan produsen mobil Chevrolet yang pernah mengeluarkan mobil dengan nama Nova. Di Amerika Selatan mobil itu tidak begitu laris karena nova sebenarnya berarti “tidak bisa jalan” dalam bahasa di beberapa wilayah itu.
Di Indonesia kejadian serupa juga pernah terjadi dan bahkan harus melibatkan pengadilan. Pada 2002 Ikatan Masyarakat Manggarai. Flores, Nusa Tenggara Timur menggugat produsen permen Kido, PT Konimex, ke pengadilan. Pasalnya dalam bahasa Manggarai, kido berarti berhubungan seksual.
Nah loh, lucu juga ya.[]

