BANDA ACEH – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menegaskan Aceh tidak kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), terutama bagi petugas medis yang bekerja digarda terdepan merawat pasien positif virus corona.
“Di Aceh saya pastikan tidak kurang APD, tapi tentu antisipasi apabila terjadi ledakan itu tentu kita harus perbanyak lagi jumlahnya,” tegas Nova Iriansyah usai meresmikan Lab PCR di kawasan Aceh Besar, Kamis, 16 April 2020.
Selain itu, Nova Iriansyah juga mengingatkan dalam kondisi masa tanggap darurat seperti ini, semua harus menyesuaikan sikap dengan keadaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dalam kondisi darurat tak jarang terjadi kesalahan dalam membuat kebijakan, tapi kita harus terus menyesuaikan untuk memperbaiki. Saya minta masyarakat memahami ini,” tutur Nova.
Sementara itu, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona dari provinsi Sumatera Utara, Nova mengatakan sudah memperketat jalur perbatasan Aceh – Sumut. Mengingat, provinsi Sumut sudah masuk kategori zona merah.
Pengetatatan itu dilakukan di 4 titik lokasi yakni, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Subulussalam, dan Aceh Singkil. “Kita lakukan cek and rechek terhadap masuknya arus orang barang dari provinsi tetangga (Sumut) ke Aceh,” kata Nova.
Terkait dengan kegiatan ibadah selama bulan suci Ramadan 1441 Hijriah, Nova mengatakan, masih menunggu tausiah atau fatwa dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.
“Kita sudah minta MPU keluarkan statemen apakah dalam bentuk tausiah atau tingkat fatwa, yang jelas ada bingkai kebijakan yang sudah diterbitkan oleh Kementerian Agama, surat Edaran Menag, berdasarkan payung surat itu, nanti MPU dengan memperhatikan kearifan lokal akan mengeluarkan statmen,” ujar Nova.
“Tapi kita juga sudah sampaikan dari perspekstif kesehatan kita tidak boleh menunggu lebih lama untuk mengeluarkan kebijakan, terhadap tata cara dan prosesi ritual keagamaan Islam dalam bulan Ramadan, termasuk ritual kulturalnya,” tambahnya lagi.[]



