BANDA ACEH — Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Serambi Mekkah (USM) melakukan bedah buku Sang Kombatan, di Ruang Kuliah Umum MR Mohammad Hasan, Universitas Serambi Mekkah, Selasa, 21 November 2017.
Wakil Rektor III USM, Jalaluddin, dalam kata sambutannya memberikan apresiasi kepada Murdhani Abdullah sebagai penulis muda yang telah menuliskan buku setebal 650 halaman itu.
“Karena Murdhani sudah berani merawat narasi sejarah dalam bentuk tulisan, selain itu buku ini sudah dicetak kedua kali dengan biaya sendiri,” ungkapnya melalui siaran pers kepada portalsatu.com/, Selasa, 21 November 2017.
Langkah yang telah dilakukan oleh Murdhani diharapkan Wakil Rektor III USM tersebut, dapat diikuti penulis-penulis muda lainnya. “Ke depan ini buku Mr DR Mohammad Hasan dapat ditulis sejarawan muda USM,” ujarnya.
Dalam bedah buku tersebut, Murdhani menyampaikan, bahwa buku ini lahir dari kegiatan ngopi antara dirinya dengan teman-teman di warkop. “Sekitar dua tahun yang lalu saya menuliskan buku ini, buku ini lahir atas kegelisahan mantan anggota GAM terkait gagalnya Ikrar Lamteh tempo dulu, mereka khawatir kegagalan ini dapat terulang kembali di MoU Helsinki ini,” ujar Murdhani.
Lebih lanjut ia menjelaskan, pengertian Sang Kombatan, menurutnya adalah para pejuang dari rakyat, “perangnya diajak namun matinya tidak dicari, mereka sebagai martir dalam perjuangan mewujudkan kemerdekaan Aceh,” ujarnya.
Mujiburahman, M.Hum selaku pembedah, menyampaikan, buku ini sangat tinggi diksinya, namun demikian buku Sang Kombatan sangat bagus karena dikupas dalam bentuk narasi sejarah. Buku bertuliskan Sang Kombatan antara Cinta dan Ideologi ini disandingkan Mujiburahman seperti buku-buku yang pernah dituliskan tokoh dunia lainya.
“Seperti buku yang mengisahkan tentang cinta Hitler dan Cleoprata,” ujarnya.
Bedah buku Sang Kombatan dihadiri seratusan lebih mahasiswa USM. Adapun mahasiswa yang bertanya, diberikan hadiah berupa buku yang totalnya 10 buku.[]


