LONDON – Atlet transgender harus diizinkan bertanding dalam pesta olahraga Olimpiade dan acara antarabangsa lainnya tanpa harus operasi kelamin, sebagaimana aturan baru yang diterapkan Panitia Olimpiade Antarabangsa (IOC).
Kepala bidang kesehatan IOC mengatakan kepada The Associated Press, pihaknya telah menyesuasikan beberapa aturan dengan mengenai isu transgender.
Garis panduan tersebut merupakan aturan biasa -bukan undang-undang atau peraturan resmi- untuk organisasi olahraga antarabangsa dan badan-badan setingkat dapat mengikutinya dalamn pesta olehraga di Rio de Janeiro, Agustus 2016.
Di bawah garis panduan IOC sebelum ini, yang disahkan pada tahun 2003, atlet yang beralih dari lelaki kepada perempuan atau sebaliknya, diharapkan menjalani pembedahan diikuti dengan sekurang-kurangnya dua tahun menjalani terapi hormon untuk layak bertanding.
Kini, pembedahan tidak lagi diperlukan, dengan atlet transgender perempuan ke lelaki diperkenankan ikut dalam pertandingan lelaki 'tanpa sekatan' Sementara itu, atlet transgender lelaki ke perempuan perlu menunjukkan paras testosteron mereka telah berada di bawah titik tertentu, sekurang-kurangnya setahun sebelum pertandingan pertama mereka.[](tyb)
Sumber: bharian.com.my

