WASHINGTON – Presiden AS Barack Obama menyampaikan keprihatinannya yang mendalam terkait mudahnya memperoleh senjata api di negara yang ia pimpin itu.

“Tidaklah wajar kita mengizinkan orang untuk memperoleh senjata dengan cara mudah,” kata Obama dalam pidato mingguan yang disampaikan melalui radio, Sabtu (18/6/2016), seperti dilansir VOA News.

Ia mengatakan, senjata tersebut sering berakhir di tempat-tempat ke mana putra dan putri warga AS pergi setiap hari, seperti di sekolah mereka, tempat beribadah, bioskop maupun di klub malam.

Menurut Obama, ia telah banyak berpikir mengenai orang tua di seluruh AS yang terpaksa harus menjelaskan kepada anak mereka tentang apa yang terjadi di Orlando, di mana seorang pria bersenjata melakukan penembakan di sebuah klub malam gay yang menewaskan 49 orang.

“Sekali lagi, kita mengheningkan cipta bagi para korban teror dan kekerasan dengan senjata api. Sudah terlalu sering, detik-detik mengenang itu disusul dengan berbulan-bulan bungkam. Dengan tidak adanya tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima,” ujar Obama.

“Kalau kita ingin membesarkan anak kita dalam dunia yang aman dan lebih mengasihi, kita harus berbicara dengan keras untuk menuntutnya. Kita perlu didengar oleh anak kita saat berbicara mengenai risiko senjata api terhadap masyarakat kita dan menentang status quo yang tidak dapat diterima. Anak kita perlu mendengar kita berkata demikian, biarpun ketika orang-orang yang tidak sependapat dengan kita bersuara lantang dan kuat,” demikian kata Presiden Obama.[]Sumber:inilah.com