SUBULUSSALAM – Omzet pedagang bumbu dapur melonjak dratis sejak dua hari terakhir menyusul banyaknya permintaan masyarakat. Kondisi ini memberi keuntungan bagi pedagang karena omzet mereka meningkat 100 persen dibandingkan sebelumnya.
Kebutuhan bumbu ini seiring umat Islam akan merayakan Lebaran Idul Fitri 1437 Hijriah pada Rabu 6 Juli 2016.
Pantauan portalsatu.com di Pasar Tradisional Terminal Terpadu Kota Subulussalam, Selasa 5 Juli 2016 terlihat sejumlah pedagang bumbu diserbu pengunjung, mereka harus mengantre panjang menunggu giliran.
Seperti yang tampak di lapak pedagang bumbu olahan asal Aceh Pidie yang selalu ramai dikunjungi. Hal ini karena sebagian warga Subulussalam menyukai bumbu masakan khas Pidie yang terasa sedikit lebih pedas.
Kondisi serupa juga terlihat di lapak bumbu milik Ratna warga Subulussalam. Ia menyebutkan permintaan bumbu rentang sangat laris sejak dua hari belakangan ini karena masyarakat akan memasak makanan istimewa untuk persiapan Lebaran.
“Bumbu rentang untuk masak daging paling banyak laku,” katanya.
Harga bumbu olahan relatif tergolong murah tergantung permintaan pembeli. Harga terendah dijual Rp 3000 namun terkadang ada pengunjung yang membeli bumbu sampai Rp 30 ribu.
Pedagang mengaku omzet mereka naik 100 persen dibandingkan sebelumnya, bahkan melebihi permintaan saat meugang awal Ramadan lalu.
“Karena setiap warga yang beli daging atau pun ayam bahkan ikan mereka beli bumbu,” ungkapnya.[]
Laporan Dirman Bakongan

