LHOKSEUMAWE – Operasional pabrik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terhenti sejak 29 Mei 2021 akibat terkendala pasokan gas dari PT Medco E&P Malaka. Akibatnya, perusahaan itu mengalami kerugian mencapai Rp1 miliar per hari.
“Apabila produksi pupuk tidak berjalan maka gaji karyawan seharusnya tidak ada, itu jika dihitung kerugian per hari. Tapi ini tidak demikian, gaji karyawan dan kesejahteraan semua itu ditanggung oleh perusahaan. Maka setiap terhenti pabrik dalam satu hari itu muncullah kerugian,” kata Manajer Humas PT PIM, Nasrun, kepada wartawan, Selasa, 22 Juni 2021.
“Kita estimasi saja dalam satu hari itu sekitar Rp1 miliar mengalami kerugian untuk seluruh aspek. Karena yang dihitung itu, kita membayar makan dan gaji karyawan itu dari hasil produk kita. Nanti kita juga diaudit (oleh BPK RI) setiap tahun dan muncullah berapa kerugian kita (PIM) dari akumulasi dalam satu tahun,” tambah Nasrun.
Nasrun menyebut jumlah karyawan organik (pekerja tetap) PT PIM sebanyak 613 orang, dan karyawan nonorganik antara 630-640 orang. “Jadi, lebih banyak karyawan nonorganik yang di lapangan. Namun, meskipun PT PIM saat ini sedang dalam kondisi berhenti operasional pabrik untuk produksi pupuk urea, pihak manajemen perusahaan menjamin tidak ada karyawan di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) maupun dirumahkan. Karena ini memang sudah tanggung jawab juga dari pemegang saham yaitu PT Pupuk Indonesia (Persero),” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, meskipun operasional PT PIM terhenti akibat terkendala pasokan gas dari PT Medco E&P Malaka, tapi perusahaan ini masih mempunyai stok pupuk urea subsidi sebanyak 130 ribu ton untuk dua bulan ke depan.
“Sekarang sudah sentralisasi pemasaran di pusat atau PT Pupuk Indonesia (Persero). Jadi, seluruh kebutuhan pupuk nasional itu ditanggulangi oleh PI (Pupuk Indonesia), baik di PIM maupun distribusi ke daerah lainnya. Maka para petani tidak perlu khawatir, karena secara kuota subsidi yang sudah ditetapkan pemerintah itu tidak berkurang dan tidak ada kendala,” kata Nasrun, Kamis, 17 Juni 2021.[]
Lihat pula: Begini Penjelasan PT Medco Soal Pasokan Gas ke PT PIM




