BANDA ACEH – Pakar Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala, Effendi Hasan menyayangkan sikap Golkar yang sampai saat ini belum menentukan arah dukungannya. Ia menilai kondisi ini sebuah kerapuhan ideologi dari sistem yang sangat transaksional.
“Sekarang Golkar sudah terlambat nyatakan sikap, karena sekarang, mau tidak mau Golkar harus mendukung calon yang sudah ada karena sudah tak bisa lagi usung calonnya sendiri,” kata Effendi dihubungi portalsatu.com, Kamis, 18 Agustus 2016.
Effendi sangat menyayangkan sikap Golkar yang demikian. Pasalnya, menurut Effendi, sebuah partai politik harus mampu memunculkan kadernya sendiri atau mengarahkan dukungannya kepada pasangan calon yang memiliki ideologi sama.
“Sebenarnya banyak kader Golkar yang bisa diorbit, kalaupun tidak bisa usung sendiri, seharusnya Golkar mendukung calon yang sama ideologinya,” kata Effendi.
Lebih lanjut Effendi mengatakan kontes politik 2017 mendatang sangatlah transaksional. Sementara sikap Golkar yang demikian dinilai akan merugikan partai tersebut.
“Seharusnya parpol punya ideologi yang kuat. Kalau memang sama ideologi ya dukung saja,” kata Effendi.[](bna/*sar)


