BANDA ACEH – Pakar politik Universitas Syiah Kuala, Dr. Effendi Hasan, mengatakan partai nasional atau parnas di Aceh harus ambil bagian dalam pilkada langsung yang akan dihelat 2017 mendatang. Parnas diminta lebih berani untuk mengusung calonnya.
“Karena itu bagian dari peranan partai politik,” kata Effendi kepada portalsatu.com, Sabtu, 23 Juli 2016.
Ketua Jurusan Ilmu Politik FISIP Unsyiah ini juga menilai tidak baik terkait sikap parnas yang hingga sekarang belum menentukan sikap. Padahal, waktu pelaksanaan pilkada 2017 sudah sangat dekat.
“Akan banyak orang yang menunggu. Seharusnya survei yang dilakukan juga harus dipublikasikan,” kata Effendi.
Effendi menilai sikap parnas yang terkesan tidak mau ambil bagian dalam pilkada langsung mendatang telah menghilangkan fungsi partai politik. Menurut dia, partai politik haruslah berani mengusung calonnya sendiri.
“Seharusnya partai politik itu harus memiliki kader dan berani mengusung sendiri calonnya. Kalau begini (sikap sebagian parnas tidak jelas soal calon), untuk apa partai politik,” ujar Effendi.
Menurut Effendi, mengambil bagian dalam pesta demokrasi pemilihan kepala daerah lebih penting dari kemenangan dalam ajang tersebut. “Menang kalah itukan wajar, dan kalah juga merupakan konsekuensi. Nah, sekarang pertanyaanya, berani tidak?”[](bna)

