BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh menutup secara resmi Pameran Pembangunan dan Piasan Seni 2016, Rabu malam (5/10/2016) di Taman Sari. Even ini sejatinya berlangsung dari 30 September sampai dengan 4 Oktober 2016. Namun melihat antusias warga Kota yang sangat tinggi mengunjungi arena pameran, Walikota mengambil kebijakan memperpanjang even ini satu hari dan baru ditutup pada Rabu malam.
 
“Alhamdulillah, dengan segala keridhaan Allah SWT kita telah sampai ke penghujung kegiatan Pameran dan Piasan Seni Kota Banda Aceh tahun 2016. Acara yang awalnya kita rencanakan berlangsung selama lima hari ini diperpanjang satu hari. Hal ini kita lakukan demi menjawab antusiasme warga Kota Banda Aceh yang mengunjungi setiap stand pameran dan panggung piasan seni,” ujar Illiza mengawali sambutannya, dalam siaran pers.

Kata Illiza, Banda Aceh hari ini telah mengalami perubahan yang sangat pesat. Dari sebuah kota kecil yang sederhana menjadi sebuah kota yang dikenal oleh banyak orang. Kota ini semakin terbuka dan tidak lagi hanya memberi manfaat bagi para penduduk kota saja, namun juga menjadi inspirasi bagi berbagai komunitas dan kota-kota lainnya di Indonesia dan juga di Asia.

“Banyak pihak yang datang untuk belajar dari keberhasilan kita. Baik sebagai kota yang tangguh dan mudah bangkit dari bencana, maupun sebagai kota yang berhasil melakukan berbagai terobosan dalam pembangunan,” ujar Illiza.

Lanjutnya, seluruh keberhasilan tersebut tercermin dalam empat zona yang ditampilakn pada pameran pembangunan 2016, Yakni Zona Green dan Resilient City, Zona Syari’ah, tourism dan Smart Economy, Zona Smart Government dan Zona Future City atau Banda Aceh masa depan.

Illiza berharap melalui pameran pembangunan dan piasan seni 2016 ini, setiap warga kota Banda Aceh khususnya dapat melihat secara langsung berbagai prestasi yang membanggakan yang telah kita capai.
“Dan kita harap warga dapat juga melihat berbagai peluang dan kesempatan untuk ikut serta dan mengambil peran di dalam proses pembangunan tersebut,” tambah Illiza.

Sesaat sebelum penutupan, Illiza ikut memberikan hadiah kepada para pemenang berbagai lomba yang diselenggarakan Pemko Banda Aceh selama pameran berlangsung. Ada berbagai jenis perlombaan yang diselenggarakan, diantaranya, Lomba Foto Instagram, Green Fashion Show, Pilah Sampah dan Lomba Mewarnai Ibu dan Anak. (mkk)
 

Novrianda Fadhillah Juara Lomba Foto Instagram ‘Banda Aceh Kebanggaanku’
 
Banda Aceh – Novrianda Fadhillah berhasil keluar sebagai juara Lomba Foto Instagram (IG) yang digelar Humas Pemko Banda Aceh. Lomba yang mengusung tema ‘Kotaku Kebanggaanku’ digelar bertepatan dengan event Pameran Pembangunan dan Piasan Seni 2016.
 
Novrianda dengan akun IG @yonkznovry dengan judul foto aktivitas nelayan Kampung Jawa ditetapkan sebagai juara oleh tim juri. Juara Dua dengan foto suasana didalam PLTD Apung diraih oleh Zahrul degan akun IG @zp_arya. Sedangkan juara tiga diraih oleh Fitria Handayani dengan akun @fitya_dani yang mengirim foto Banda Aceh City Hall.
 
Kepada juara Satu, Illiza menyerahkan hadiah berupa uang Rp. 1 juta plus piagam. Juara Dua mendapatkan Rp. 700 Ribu plus piagam dan juara Tiga mendapatkan Rp. 500 ribu plus piagam. Sementara untuk lima foto favorit masing-masing kaos menarik dari panitia.
 
Usai diumumkan sebagi pemenang, Novrianda Fadhillah mengaku bersyukur bisa tampil sebagai pemenang. Katanya, dirinya tertarik mengabadikan foto-foto aktivitas masyarakat Kota Banda Aceh dengan kamera pribadinya.
 
“Saya suka keliling dan memotret aktivitas di Banda Aceh, terutama aktivas ekonomi masyarakatnya. Seperti aktivitas nelayan Gampong Jawa yang saya kirim untuk lomba ini,” ungkapnya.
 
Novrianda yang saat ini menetap di Ajun, Aceh Besar ini mengaku banyak referensi menarik dari aktivitas warga Banda Aceh yang layak diabadikan lewat kamera.
 
“Nelayan tradisional masih masih bekerja membersihkan jaringnya saat matahari sedang tenggelam dan dikelilingi oleh anak-anak yang sedang bermain menjadi objek yang sangat menarik,” ujarnya.
 
Selain meyukai foto-foto Human Interest, Novrianda juga sering mengabadikan objek-objek pembangunan infrastruktur di Banda Aceh, seperti jembatan, jalan dan gedung-gedung.
 
“Selain Human Interest, saya suka juga memotret objek-objek infrastruktur di Banda Aceh. Karena pembangunan di Banda Aceh sangat pesat sekali, mulai pasca tsunami dan juga dalam dua tahun terakhir ini saya lihat pesat sekali” tambahnya.
 
Novrianda berharap, pencapaian Banda Aceh dengan program-program andalan seperti saat ini dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan kedepannya.
 
Lomba Foto Instagram yang digelar Humas Pemko Banda Aceh menarik minat warga kota. Kabag Humas Setdakota Banda Aceh, Wirzaini Usman mengungkapkan, ada sekitar 300-an foto yang masuk ke dewan juri, baik dari warga Banda Aceh maupun luar Banda Aceh
“Meski pendaftarannya kita buka hanya 10 hari, tapi antusias warga yang ikut lomba sangat tinggi. Melihat antusiasme warga, kita rencanakan kedepan akan digelar lagi,” ujar Wirzaini.
 
Katanya, tujuan Lomba Foto Instragam dengan tema ‘Banda Aceh Kebanggaanku’ digelar untuk mengangkat sisi wajah kota Banda Aceh saat ini.
“Masih banyak sisi dan aktivitas di Banda Aceh yang belum terekspose. Dengan Lomba ini kita harap dapat menampilkan wajah menarik Kota Banda Aceh dari berbagai sisi ke publik sehingga lebih dikenali dan dicintai,” tutup Wirzaini.
 
Selain memilih tiga foto terbaik, tim juri juga memilih lima foto favoriit. Para Juara Favorit Lomba Foto Instagram ‘Banda Aceh Kebanggaanku’ tersebut adalah: Hubbul Walidainy (Akun IG @hubfoto), Riza Azhari (Akun IG @rieza_azhari), Syahreza (Akun IG @rezanaml), Ariyanda IL (Akun IG @ariyandas3), Dimas Aldrian Diliasmara (Akun IG @aldrian_dimas).[]