BANDA ACEH – Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh (PDIA) yang menggelar pameran sejarah di Gedung PDIA Kompleks Museum Aceh, Banda Aceh, ternyata menarik minat para siswa untuk melakukan kunjungan edukasi ke pameran tersebut. Salah satunya sekolah SMK Negeri 1 Al Mubarkeya, Aceh Besar.
Wan Dian Armando, selaku guru pendamping siswa sekaligus pengajar mata palajar sejarah di sekolah tersebut mengatakan mereka melakukan kunjungan ke pameran untuk mencari informasi sejarah saat Belanda menyerang Aceh.
“Ini kan PDIA sedang ada pameran, terus kegiatan kita juga di sekolah materinya berkenaan dengan penyerangan Belanda di Aceh,” kata Dian, Rabu, 29 Maret 2017.
Selain itu Wan Dian Armando juga mengatakan kegiatan seperti ini sangat penting mengingat banyaknya generasi muda Aceh yang telah kehilangan jatidiri ke-Acehan karena lebih tertarik mencari informasi tentang K-Pop dan sebagainya daripada mencari informasi tentang Aceh.
“Menurut kami penting sekali, seharusnya kegiatan seperti ini lebih sering lagi dilaksanakan. Karena informasi ke Acehan itu bagi anak-anak seusia mereka itu mereka lebih tertarik mencari informasi K-Pop dan seterusnya,” kata Dian.
“Untuk mencari informasi Aceh kan sedikit sekali, jadi kalau ada sedang pameran kayak gini otomatiskan kita sebagai gurunya memfasilitasi supaya anak-anak ini mengenal siapa jati dirinya. Karena kebanyakan generasi muda sekarangkan dia, tahu dia orang Aceh tetapi dia tidak paham jati diri ke-Acehan-nya,” katanya lagi.
Bagi siswa sendiri, kegitan seperti ini menjadi tempat yang sangat menarik untuk mengenal tentang Aceh.
“Senang dan sangat bagus. Ya lebih mengenal lebih banyak tentang Aceh, kayak rumah adat dan banyak lagi,” kata Rendi Erlanda.
Kegiatan pameran yang diselenggarakan PDIA ini akan berlangsung dari tanggal 29 Maret 2017 sampai 31 Maret 2017.[]

