BANDA ACEH – Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Provinsi Aceh, Iswadi, M. Pd, mendesak para kandidat bakal calon gubernur berani menjamin pendidikan rakyat Aceh sampai ke perguruan tinggi.
Kalau program ini berani dilakukan oleh calon gubernur, saya yakin calon tersebut akan terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur periode 2017-2022, ujar Iswadi melalui siaran persnya, Rabu, 17 Februari 2016.
Menurutnya jaminan pendidikan mampu membangun sumber daya manusia Aceh agar bisa bersaing dengan dunia internasional. Rakyat Aceh juga akan lebih mandiri jika Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sudah bagus.
Dengan demikian, kekhawatiran semua pihak ketika berakhir dana Otsus untuk Aceh akan teratasi atau mendapat solusi. Program ini akan sangat mudah dilakukan, apalagi dalam struktur Kabinet Kerja sudah ada Menteri Pembangunan Manusia, ujar Iswadi.
Dia mengatakan untuk menarik simpati rakyat Aceh tidak harus melalui berbagai bentuk intimidasi, teror, dan propaganda terhadap kandidat lain. Apalagi harus mengorbankan nyawa manusia seperti pada pemilihan umum kepala daerah Aceh sebelumnya.
Di sisi lain, Iswadi berharap para calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh mau berkompetisi secara sportif dan tidak perlu mereka kasus untuk mencari kelemahan pesaing.
Jangan sampai kejadian pada waktu menjelang Pilkada Aceh tahun 2012 lalu terulang kembali di Aceh, katanya.
Dia mencontohkan seperti kasus yang kini menjegal Zakaria Saman terkait pembunuhan Cek Gu. Iswadi mempertanyakan mengapa kasus ini baru diungkit sekarang padahal kejadiannya sudah lama. Iswadi khawatir tokoh Aceh yang qualified akan takut mencalonkan diri sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Aceh ke depan. Sehingga Aceh akan krisis pemimpin cerdas dan bijak, katanya.[](bna)

