Partai SIRA Berbenah Diri Menuju Pemilu 2024

Oleh: Muhammad Yusuf Bombang (Apa Kaoy)
Salah seorang tokoh seniman, budayaan Aceh, juga pemerhati Sejarah Aceh.

Partai SIRA yang didirikan oleh para tokoh aktivis Pejuang Referendum Aceh mulai berbenah diri dalam rangka persiapan menuju pemilu tahun 2024 mendatang. Persiapan tersebut diawali dengan menyelenggarakan Kongres ke 2 Partai SIRA yang berlangsung pada tanggal  27 dan 28 Maret 2022 lalu di Hotel Lido Graha, Kota Lhokseumawe.

Kongres yang diadakan jelang Ramadhan tersebut diikuti secara langsung oleh semua unsur Majelis Tinggi Partai (MTP), para pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) seluruh Kabupaten/Kota se-Aceh yang masing-masing diwakili oleh 3 (tiga) orang. Sementara Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) dan Dewan Pimpinan Gampong (DPG) Partai SIRA seluruh Aceh mengikutinya secara online melalui Zoom Meeting. Diadakannya kongres II Partai SIRA secara offline dan online itu karena alasan mematuhi peraturan Prokes Covid-19 yang masih membatasi kerumunan dalam jumlah besar.

Partai lokal SIRA yang ber-aqidah Islamiyah berdasarka Alquran dan as-Sunnah serta berazaskan persaudaraan, kerakyatan, ke-Aceh-han dan keadilan sosial itu Pada Pemilu 2019 yang lalu oleh rakyat Aceh hanya memberikannya 1 (satu) kursi DPRA dari Daerah Pemilihan 5 (Dapil 5) Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Sementara untuk DPRK  rakyat Aceh di Kabupaten Nagan Raya memberikan 3 (tiga) kursi dan di Kabupaten Aceh Utara 1 (satu) kursi. Meski demikian, para kader partai Sira yang duduk di Parlemen pada peroide 2019 – 2024 tersebut terus berjuang semampunya, berkonstribusi dalam pembangunan fisik dan moral yang berpihak rakyat. Hal demikian dirasakan oleh masyarakat, terutama dari Dapilnya masing-masing, bahwa kehadiran Wakil Rakyat dari Partai SIRA di Parlemen sangat bermakna.

Pengakuan  Sulaiman, yang akrab disapa dengan nama Tgk. Bob, salah seorang Tokoh milenial dari Aceh Utara, keberadaan satu orang DPRA dari Partai SIRA terasa bagaikan tiga orang anggota DPRA yang membela kepentingan rakyat.

Hal senada juga diungkapkan oleh Tarmizi, salah seorang tokoh tua dari Kabupaten Nagan Raya.

“Di Daerah kami ada tiga orang DPRK dari kader Partai SIRA. Banyak terobosan dan konstribusinya yang telah mereka lakukan. Mereka selalu membaur dalam masyarakat, sehingga dari diskusi-diskusi kecil yang terjadi di warung kopi mereka serap untuk dibawa ke dalam Parlemen untuk dibahas”.

Di sela-sela Kongres II Partai SIRA di bekas Kota Petro Dolar tersebut para kader dan pengurus Partai dari seluruh Aceh berdiskusi, menyatukan tekad mereka bahwa pada Pemilu mendatang (2024) Partai SIRA harus berupaya semaksimal mungkin untuk meraih kursi DPRA minimal satu kursi di setiap Dapilnya. Sementara untuk DPRK minimal rata-rata bisa mendapatkan dua kursi di setiap Kabupaten/Kota.

“Semoga rakyat Aceh memberikan keperyaan kepada Partai SIRA pada Pemilu mendatang, dan semoga Allah meridhai dan mengabulkannya,” ungkap Mardali, salah seorang kader senior Partai SiRA yang pernah menduduki kursi DPRK dari Partai SIRA di Kota Banda Aceh. Tekad serta doa Mardali lalu diaminkan oleh seluruh yang hadir dalam diskusi tersebut.

Dalam Kongres II tersebut mantan Wikil Gubernur Aceh periode 2006 – 2012, Tgk. H. Muhammad Nazar, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai SIRA, terpilih sebagai Ketua Majelis Tinggi (MTP). Sementara Tgk. Muslim Syamsuddin, ST, MAP, Anggota DPRA dari Dapil 5 yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum DPW Partai SIRA Aceh Utara, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Partai SIRA periode 2022 – 2027.

Selain itu, di momentum Kongres II tersebut juga dibentuk TIM Formatur yang diamanatkan bertugas untuk menyusun kelengkapan pengurus DPP dan MTP Partai SIRA. Tim tersebut terdiri dari tujuh orang orang yaitu, Muhammad Daud (Mantan Sekjend DPP Partai SIRA), Safaruddin, SH (Mantan Wakil Ketua I DPP Partai SIRA, Fuji Astuti (Wakil Ketua DPRK Nagan Raya), Muhammad Yusuf (Ketua DPW Partai SIRA Kota Banda Aceh), Asmadi (Ketua DPW Partai SIRA Simeulue), Abdullah (Sekum DPW Partai SIRA Aceh Utara) dan Ketua MTP serta Ketua Umum DPP Partai SIRA.

Yang sangat menakjubkan, Kongres II partai SIRA yang berlangsung tertib, damai dan lancar itu juga menghasilkan sebuah kesepakatan mengusung dan mendeklarasikan Tgk. H. Muhammad Nazar, Ketua MTP Partai SIRA, untuk maju sebagai Calon Gubernur Aceh pada Pilkada mendatang.

Penulis yang mengikuti langsung sejak awal hingga akhir Kongres tersebut mengucapkan selamat kepada Partai SIRA yang telah sukses melaksanakan Kongres II serta bertekad untuk menjadi salah satu Parlok besar dan mengusung  Tgk. H. Muhammad Nazar, salah satu tokoh intelektual Aceh yang berkualitas, sebagai calon gubernur yang akan membawa Aceh ke arah yang lebih baik.

Sebagaimana kita diketahui bahwa Muhammad Nazar semasa menjabat Wakil Gubernur bersama Gubernur Irwan Yusuf, selain sangat memperhatikan sektor ekonomi rakyat dan juga sangat konsisten dalam sektor pembangunan ke-Agama-an, Sejarah dan Kebudayaan. Walaupun hanya sebagai Wakil Gubernur, namun  ide-ide cemerlang yang lahir dari pemikiran seorang tokoh muda Pejuang Referendum tersebut, termasuk program JKA dan pembentukan Badan Dayah.

Namun seperti kata hadih Maja, “Adak pih peunoh that ie krueng, nyang geubileueng teutap ie kuala”.

Hadih maja tersebut boleh dimaknai, sebesar apapun hasil karya seorang Wakil Gubernur yang diakui umum adalah keberhasilan Gubernur. Dan sebaliknya, kegagalan Gubernur  adalah juga kegagalan Wakil Gubernur.

Banda Aceh, 01 April 2022.[]