SUBULUSSALAM – Partisipasi pemilih calon gubernur dan wakil gubernur Aceh 2017 di Kota Subulussalam tergolong menurun dibandingkan pemilu legislatif 2014 dan pilkada wali kota Subulussalam 2013 lalu.
Berdasarkan data diperoleh dari Desk Pillkada Setda Subulussalam jumlah warga yang menggunakan hak pilih pada Pilgub Aceh 15 Februari lalu hanya 32.638 jiwa atau 63,20 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 51.636 jiwa.
Sementara jumlah warga Kota Subulussalam yang tidak mencoblos atau golongan putih (golput) mencapai 18.998 jiwa. Beragam komentar muncul di tengah masyarakat terkait rendahnya partisipasi pemilih pada Pilgub Aceh di daerah ini.
KIP Kota Subulussalam selaku penyelenggara dinilai kurang siap karena banyak warga tidak mendapat undangan memilih termasuk sulitnya menyalurkan hak pilih menggunakan KTP yang seharusnya dibolehkan. Hal ini diduga kurangnya pemahaman KPPS sehingga masyarakat tidak terlayani dengan baik.
Menanggapi hal tersebut, Komisioner KIP Subulussalam Alamin kepada portalsatu.com, Jumat, 17 Februari 2017 mengatakan sebelum Pilgub Aceh dimulai pihaknya sudah menggelar bimbingan teknis (bimtek) untuk memahami aturan tentang pilkada kepada seluruh KPPS di 5 kecamatan se-Subulussalam.
“Sebenarnya mereka sudah mengikuti pelatihan untuk memahami regulasi yang ada. Kalau tidak mendapat surat panggilan memilih, atau tidak terdaftar di DPT, bisa menggunakan KTP untuk mencoblos setelah warga yang terdaftar di DPT selesai menggunakan hak pilih,” katanya.
Alamin menyebut menurunnya partisipasi pemilih tidak hanya di Subulussalam, tetapi juga di beberapa kabupaten/kota lainnya di Aceh. Menurutnya, angka 60,20 persen merupakan pencapaian positif karena Subulussalam hanya menggelar agenda provinsi dibandingkan kabupaten/kota lain yang juga menggelar pilkada/pilbup/pilwalkot.
“Biasa itu, Pilgub dan Pilpres partisipasi pemilih selalu menurun. Namun, jika pilkada wali kota atau pileg, angka partisipasi pemilih meningkat. Anaknya kuliah di Banda Aceh atau di Medan itu suruh pulang untuk memilih, tapi kali ini karena hanya Pilgub Aceh mereka kadang lebih mengutamakan menjalankan aktivitasnya daripada libur untuk memilih,” kata Alamin.[]



