MEUREUDU – Pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya terpaksa harus dirawat di dalam tenda dan koridor rumah sakit. Pasalnya bangunan rumah sakit mengalami rusak parah akibat gempa sehingga tidak bisa menginapkan pasien.

Kepada portalsatu.com, Direktur RSUD Pidie Jaya dr. Enida mengatakan, pasien rawat inap terdiri dari pasien korban gempa dan pasien umum. Hingga Sabtu, 17 Desember terdapat 48 pasien.

“Termasuk ada 4 orang pasien gempa yang sudah dikembalikan dari Rumah Sakit Umum Pidie,” kata dr. Ernida kepada rombongan Komisi VI DPR Aceh saat mengunjungi mitra kerja pascagempa Pidie Jaya, Sabtu, 17 Desember 2016.

Namun, kata dr. Enida, semua kebutuhan pasien sudah ada termasuk peralatan perawatan. “Sedangkan untuk obat-obatan sementara sudah cukup.”

Kunjungan Komisi VI DPR Aceh ke Pidie Jaya guna melakukan kunjungan ke posko utama mitra kerja, seperti posko kesehatan, posko sosial, dan posko BPBD di Meureudu.

Pada kesempatan itu, Komisi VI DPR Aceh juga menyerahkan bantuan obat-obatan kepada posko kesehatan di area RSUD Pidie Jaya.[]