Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsPAUD RUMAN Gelar...

PAUD RUMAN Gelar Lomba Kupas Telur Puyuh

BANDA ACEH – Dalam rangka memperingati HUT (Hari Ulang Tahun) Kemerdekaan RI (Republik Indonesia) ke 71, Sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Lembaga Pendidikan RUMAN (Rumah Baca Aneuk Nanggroe) menggelar lomba sarat makna di halaman sekolah mereka, Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.

Kegiatan yang digelar pada Jumat (19/8/2016) pagi tersebut dimeriahkan oleh puluhan anak dhuafa dan beberapa yatim/piatu yang menjadi murid kelas KB (Kelompok Bermain) Kelas A dan Kelas B TK (Taman Kanak-kanak) PAUD RUMAN tahun ajaran 2016/2017. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Kepala Sekolah PAUD RUMAN, Riski Sopya, S.Pd., beserta tim pengajar, juga para wali murid. Riski Sopya mengungkapkan, ada dua jenis lomba yang dipertandingkan. Yaitu, mengupas telur puluh dan tarik tambang. Setiap lomba mempunyai makna positif yang hendak ditanamkan kepada anak-anak.

“Mengupas telur puyuh mungkin sangat jarang diperlombakan. Padahal sangat bagus untuk mengasah sensorik halus anak-anak, di samping melatih kesabaran dan ketekunan,” ujar Riski di sela-sela perlombaan pertama itu.

Ada pun lomba kedua, tarik tambang, merupakan perlombaan yang selalu dipertandingkan dalam momen Agustusan. Lomba ini melatih kerjasama antar anak dan soliditas dalam kelompok.

“Kalau tarik tambang tentu sudah familiar bagi kita. Bahwa hanya dengan kerjasama dan soliditas internal kelompok akan bisa diraih tujuan bersama. Karakter positif itu juga kita tanamkan sejak dini dalam diri anak-anak”, ungkap Riski sembari tersenyum.

Usai perlombaan, anak-anak menikmati lezatnya telur puyuh yang telah mereka kupas. Selai itu, mereka juga menerima bingkisan menarik berisi makanan ringan yang sehat. Tak pelak, senyum sumringah menghiasi rona ruman mereka.

Sekolah Khusus Dhuafa

Pendiri dan Direktur Lembaga Pendidikan RUMAN, Ahmad Arif, dalam siaran persnya, mengatakan Sekolah PAUD RUMAN memang dikhususkan bagi anak dhuafa dan yatim/piatu yang juga dhuafa. Dari total 51 murid tahun ajaran 2016/2017, sebanyak 39 anak dhuafa dan yatim diterima untuk belajar gratis seratus persen.

Kelulusan mereka sangat ditentukan oleh hasil survey ke rumah yang langsung dilakukan oleh tim RUMAN. Sementara 12 anak lainnya masuk dengan berbayar. Meski demikian, 6 orang dari mereka hanya membayar setengah iuran bulanan.

Setiap anak, baik berbayar mau pun gratis, mendapatkan 3 pasang seragam, alat tulis dan perlengkapan edukasi lainnya plus sarapan pagi setiap hari Jumat. Semua dana operasional PAUD/TK RUMAN berasal dari donasi sahabat sosial media facebook yang tidak mengikat.[]

Baca juga: