BANDA ACEH – Kader PDI Perjuangan Aceh merayakan HUT ke-44 partai dengan mengunjungi dan memberi bantuan ke sejumlah panti asuhan di Banda Aceh. Kunjungan juga dilakukan ke Rumah Harapan Aceh, yaitu rumah singgah bagi penderita thallasemia di Ulee Kareng, Banda Aceh, Selasa, 10 Januari 2017.

Sejumlah pengurus DPD PDI Perjuangan Aceh dan DPC PDI Perjuangan Banda Aceh mengunjungi panti asuhan Yayasan Penyantun Islam di Seutui dan panti asunan Nirmala di Lampineung, Banda Aceh.

Di antara mereka yang hadir adalah T. Sulaiman Badai, Azfili, Agam Karimun Usman, Gading Hamonangan, Teuku Mahfud dan Ken Endah. Mereka datang dengan membawa makanan untuk diberikan kepada anak-anak penghuni panti.

Wakil Ketua Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif DPD PDI Perjuangan Aceh, Yunia Shofiasti, selaku Ketua Panitia HUT PDIP di Aceh mengatakan, pihaknya sengaja memilih merayakan ulang tahun partai bersama anak-anak panti dan penderita thallasemia.

“Karena di dalam peringatan ulang tahun yang ke-44 ini juga dimaksudkan untuk  mengingatkan kader partai agar senantiasa 'menangis dan tertawa bersama rakyat' seperti yang diperintahkan oleh Ibu Ketua Umum Hj. Megawati Sukarnoputri,” kata Yunia melalui siaran pers, Rabu, 11 Januari 2017.

Arsitek wanita lulusan Universitas Syiah Kuala itu menambahkan, “Di satu sisi, usia yang ke-44  ini patut disyukuri dengan ungkapan kegembiraan. Namun di sisi lain problematika yang dihadapi masyarakat juga tidak sedikitpun boleh dilupakan.  Kader PDI Perjuangan harus terus mengasah kepekaan empatinya, untuk selalu memberikan daya dan upaya mengurangi beban yang dipikul rakyat.”

Usai dari panti, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Rumah Harapan Banda Aceh, sebuah rumah singgah yang digunakan oleh para penderita thallasemia dari seluruh Aceh selama menjalani perawatan di RSU Zainal Abidin, Banda Aceh. PDI Perjuangan Aceh menyerahkan sejumlah mainan anak-anak dan buku cerita untuk melengkapi koleksi yang dimiliki oleh Rumah Harapan Banda Aceh.

Nurjannah Husein, pendiri Darah Untuk Aceh, menerima bantuan tersebut dan memberikan presentasi mengenai thallasemia kepada kader PDI Perjuangan. Semua kader PDIP yang datang langsung mendaftarkan diri untuk menjadi kakak asuh pemberi donor bagi penderita thallasemia yang diasuh oleh Darah Untuk Aceh.

“Rangkaian peringatan ulang tahun PDI Perjuangan ke 44 di Aceh ditutup dengan ziarah dan tabur bunga ke Taman Makam Pahlawan Gampong Ateuk, dan kuburan massal korban tsunami di Meuraxa hari ini,” ujarnya.[]