BANDA ACEH – Salah satu provinsi terdampak terparah bencana banjir dan tanah longsor di sumatera adalah Aceh, menurut sumber sebelumnya, dilaporkan 1,4 juta jiwa (sekitar 229.767 keluarga) terkena dampak. Pengungsian berlangsung di 828 titik.
Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan pemutusan akses jalan, jembatan putus, rumah hancur, dan kerusakan infrastruktur luas. Banyak wilayah yang kini sulit dijangkau.
Di salah satu daerah terdampak parah, Aceh Tamiang, korban yang selamat bahkan terpaksa meminum air genangan atau air sungai keruh akibat minim air bersih dan bantuan terlambat.
Distribusi bantuan termasuk logistik, makanan, air bersih, dan pelayanan medis masih belum merata. Banyak wilayah yang terisolasi membuat akses dan distribusi sangat sulit.
Selain dampak manusia, bencana ini juga memperparah krisis lingkungan. Di beberapa wilayah, habitat satwa termasuk spesies langka ikut terancam akibat banjir, longsor, dan kerusakan habitat.
Rasa empati pun turut menggugah jiwa masyarakat Indonesia, mulai dari tokoh-tokoh, influencer, dan lain sebagainya. Salah satunya adalah masyarakat asal Aceh yang berdomisili di kota Batam.
Sudah dua pekan masyarakat Aceh yang berdomisili di Batam menggalang dana untuk korban banjir dan longsor di Aceh. Ada beberapa cara dalam penggalangan dana tersebut yaitu dengan cara menyebarkan flyer di media sosial, membuka donasi di grup paguyuban, dan turun langsung ke lampu merah.
Juanda, selaku Ketua Masyarakat Aceh di Batam tidak tinggal diam, beliau ikut turun langsung dalam proses penggalangan dana tersebut di lampu merah. Minggu, 7 Desember 2025.
Juanda mengatakan penggalangan dana sudah dilakukan sejak Sabtu, 29 November 2025 sampai sekarang. Kegiatan Penggalangan dana tersebut dimulai sejak pagi hingga sore.
“Melalui Open Donasi ini, Masyarakat Aceh yang tinggal di Batam menunjukkan rasa empati yang tinggi. Mereka (korban Banjir) saat ini sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan, karena kondisi pasca bencana sangat memprihatinkan,” ucap Juanda.
Lanjut Juanda, banyak yang sudah memberikan donasi baik dari anggota perkumpulan, maupun dari donatur lainnya. Seluruh donasi akan disalurkan kepada korban bencana dalam waktu dekat. Beliau juga berharap terutama kepada masyarakat Aceh yang berdomisili di Batam untuk saling bahu membahu dalam membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah.
“Alhamdullilah, sejak kita buka donasi kemarin, sampai hari ini, kita sudah mengumpulkan lebih kurang sebanyak Rp 200.000.000.,-. Kita berharap ini masih terus bertambah, Insya Allah Semua dana yang digalang tersebut, semuanya akan dibelanjakan untuk kebutuhan bantuan ke Aceh,” tuturnya.[]
Laporan: Yanis (Batam)



