MEUREUDU – Ikatan Pelajar Aceh Semarang (IPAS) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban gempa Pidie Jaya, Sabtu, 17 Desember 2016 kemarin. Bantuan itu didistribusikan di empat titik posko pengungsian di Kecamatan Trienggadeng, yang meliputi Desa Pangwa Kuta, Desa Cot Makaso, dan 2 titik posko di Desa Tampui. 

Bantuan sejumlah Rp 28.596.000 itu diberikan dalam bentuk barang kebutuhan pokok pengungsi seperti beras, selimut, kelambu, kain sarung dan terpal.

Koordinator Lapangan yang mengomandoi pendistribusian bantuan, Muhammad Iqbal mengatakan, sejak mendengar kabar gempa Pidie Jaya, IPAS langsung menggalang dana di Semarang. Mereka turut dibantu anggota Ikatan Masyarakat Aceh Semarang (IMAS).

“Pengumpulan dana dimulai sejak 7-13 Desember oleh IPAS di beberapa pusat keramaian Kota Semarang, seperti Simpang Lima dan Tugu Muda,” ujar putra asli Pidie Jaya ini.

Di tempat terpisah, Ketua Masyarakat Aceh Semarang (IMAS), Zarkasyi, berharap bantuan tersebut dapat sedikit membantu korban gempa di Pidie Jaya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua IPAS, M. Rizky Asyary, yang ikut mendampingi Iqbal menyalurkan bantuan. Dia berharap bantuan ini dapat sedikit membantu meringankan beban para korban musibah gempa, khususnya di beberapa titik posko dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Pada kesempatan tersebut para korban gempa Pidie Jaya juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Semarang yang telah ikut membantu dalam meringankan beban pascagempa. Masyarakat korban juga berharap kepada para pihak lainnya juga dapat membantu kebeutuhan lainnya, seperti daster perempuan dan baju anak-anak.[]