BANDA ACEH – Perwakilan Bangladesh Bank bersama Aliansi Beudoh Aneuk Nanggroe melakukan kunjungan ke Banda Aceh. Delegasi Banglades Bank yang dipimpin Abdus Sattar bersama 6 anggota lainnya diterima Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin, di ruang rapat wali kota, Senin, 4 April 2016.
Dari jajaran Pemko, turut hadir Asisten Administrasi Umum, M. Nurdin, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Kepala Bappeda Iskandar, Kadis Syariat Islam Mairul Akhi dan Kabag Ekonomi Arie Maula Kafka.
Abdus Sattar menyampaikan maksud kedatangan dirinya dan para pegawai Bangladesh Bank untuk saling berbagi pengetahuan tentang isu perbankan di Banda Aceh dan Aceh secara keseluruhan pascatsunami.
Dalam pertemuan juga dilakukan diskusi mengenai perkembangan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur dan perekonomian Aceh pascatsunami, terutama sistem perbankan Syariah yang mulai bergeliat di Banda Aceh.
Wakil Wali Kota yang akrab disapa Keuchik Zainal menyambut baik kehadiran delegasi Bangladesh Bank dan Aliansi Beudoh Aneuk Nanggroe.
Kata Keuchik Zainal, pascatsunami tahun 2004 Aceh yang memiliki otonomi khusus menerapkan syariat Islam.
“Syari'at Islam itu rahmatan lil'alamin, bermanfaat bagi semua manusia dan tidak ada istilah diskriminasi dalam Islam. Syari'at Islam juga terbukti mampu memberikan kedamaian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Keuchik Zainal.
Terkait dengan sistem perbankan, bank-bank konvensional di Banda Aceh sudah mulai menerapkan sistem syariah meski belum berjalan maksimal.
Dalam kesempatan ini, Keuchik Zainal menawarkan kepada pihak Bangladesh Bank untuk berinvestasi di Banda Aceh.
“Sebagai daerah maritim, kita memiliki potensi besar di perikanan. Ikan tuna kita memiliki kualitas dunia dan saat ini sudah diekspor ke Jepang dan Amerika. Kalau tertarik, mungkin pihak Bangladesh bisa berinvestasi,” kata Keuchik Zainal.[]



