KUTACANE – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Agara di Desa Kampung Raja, Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara mengeluhkan tidak adanya distribusi air ke rumah mereka sudah hampir satu minggu.
Salah seorang pelanggan, Paisal, mengungkapkan kekecewaannya terhadap PDAM Tirta Agara. Selama direktur baru PDAM ini, air di wilayahnya hanya hidup sekali dalam seminggu menyebabkan warga terpaksa mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
“Parahnya lagi, meski air tidak mengalir ke rumah, para pelanggan tetap membayar setiap bulannya,” kata Paisal kepada portalsatu.com/, Senin, 16 Desember 2024.
Menurut Paisal, jadwal distribusi air juga tidak pasti, terkadang hanya berlangsung beberapa jam saja.
“Kepada direktur PDAM yang baru, kalau tidak mampu lebih baik mundur secara teratur saja. Karena itu aset daerah untuk peningkatan PAD, bukan untuk gerogoti perusahaan daerah,” tegasnya.
Di tempat terpisah, Direktur PDAM Tirta Agara, Wahyu Irawan mengatakan kondisi air PDAM di wilayah Kampung Raja, Kecamatan Babussalam mengalami gangguan. Akibatnya kondisi sungai di Lawe Harum mengalami keruh mengakibatkan air untuk pelanggan tidak masuk.
“Saat ini petugas masih melakukan pengecekan di daerah itu. Khusus di wilayah Kampung Raja masih ada kendala,” jelasnya.
Menurut Wahyu, pihaknya sedang melakukan pengecekan dan upaya perbaikan di wilayah itu karena kondisinya belum ketahui penyebabnya. Namun dalam waktu dekat ini, menurutnya, akan tersalurkan.
“Berharap tetap bersabar. Sedangkan di daerah lain sudah normal,” ucapnya.[](Supardi)




