KUTAHYA, TURKI – Pelukis terkenal dan tokoh pendidikan, Ahmet Yakupoglu, yang meninggal kemarin di rumah sakit tempatnnya dirawat Ahmet Yakupoglu, diantar ke peristirahatan terakhir di Kutahya, Turki. Ahmet Yakupoglu dikenal ahli melukis porselen, ney, dan miniaturis.

Ia tutup usia pada 96 tahun, karyanya telah menguatkan simbol-simbol di Kutahya yang tersebar di Masjid lingkungan Maltepe.

Dalam upacara pemakaman, kehidupan seni Yakupoglu, yang merupakan anggota fakultas Teologi Marmara, Asst. Assoc. Dr. Cocok Nuri. 

Ketua Kamar Dagang dan Industri Kütahya, Nafi Gural, berbicara pada upacara yang dihadiri oleh banyak seniman tersebut. 

Jenazah Ahmet Yakupoglu dimakamkan di pemakaman Ahierbas, Kutahya, Turki.

Sebagimana diberitakan sebelumnya, Ahmet Yakupoglu, Tokoh Bidang Pendidikan dan Penelitian, pendiri Dumlupinar University (DPU), Kütahya Evliya,  yang juga pelukis terkenal, meninggal dunia akibat kegagalan organ, setelah selama hampir satu tahun dirawat di Rumah Sakit, Kutahya, Turki, disiarkan Anadolu Agency.

Wali Kota Kütahya, Kamil Saracoglu, mengatakan, Yakupoglu adalah seorang seniman penting di dunia dan sangat menyesalkan kematiannya.

Kamil mengatakan, Yakupoglu Saracoglu menunjukkan bahwa ia akan terus hidup dengan karya-karyanya.

“Yakupoglu bukan hanya seorang pelukis, ia seseorang dengan bakat di berbagai bidang seni. Dari waktu ke waktu kami mengunjungi rumah sakit di mana ia melihat dirinya diperlakukan. Itu adalah cara kami menghargai seniman penting yang telah hidup selama 96 tahun dan telah mengabdikan dirinya dalam dunia seni. Ia benar-benar mengisi ruang seni yang sangat sulit. Ia telah memberikan kontribusi besar bagi Kütahya sejauh ini. itu adalah kontribusi yang besar terhadap seni di seluruh dunia. Saya berharap Allah mengampuni kesalahnnya,” kata Wali Kota Kamil.
Kontribusi terbesar, lahir di kota Kutahya.

Yakupoplu, seniman kelahiran kota Kutahya telah menghasilkan ribuan karya yang arsitektur di ubin dan genteng masjid, yang diakui secara resmi, karyanya memiliki karakter, ia yang menyebabkan didirikannya museum dan perpustakaan kota ini, ia menghabiskan waktu selama bertahun-tahun sebagai direktur museum itu.

Banyak dari karya-karyanya dihasilkan saat selama bertahun-tahun tinggal di Kutahya, ia yang menyebabkan pulihnya puluhan Neyzen dengan mengadakan pelatihan di kota. Ia seorang pencinta alam, ia yang menyebabkan adanya bibit pinus yang terus menerus ditanam dan dirawat di kebun seluas 7o ribu hektar, ia meyakinkan warga kampung untuk upaya reboisasi hutan di sana.

Yakupoplu, adalah perintis pendirian Kutahya Dumlupinar University, ia juga yang meneliti dan merancang nama dan logo universitas ini.

Semua Miliknya Diwaqafkan

Sebelum meninggal, Yakupoglu telah membat sesuatu yang lebih besar untuk Kutahya. Ia telah mendirikan yayasan atas namanya sendiri dan mewaqafkan semua miliknya melalui organisasi itu, termasuk mendirikan masjid, mewaqafkan rumah, aset properti lainnya, 3 perpustakaan seni yang terdiri dari ribuan buku, seribu lebih dari 500 tabel dengan pencahayaan dan semua pekerjaan lain yang terdiri dari karya miniatur disumbangkan ke Dumlupinar University.[]