Senin, Juni 24, 2024

Dosen UBBG Lulus Seleksi...

BANDA ACEH - Tidak hanya mahasiswa, dosen UBBG juga berprestasi. Adakah Dr. Zahraini,...

34 Tim Futsal Berlaga...

SIGLI – Sebanyak 34 tim se-Aceh berlaga untuk memperebutkan gelar juara Piala Ketua...

All New Honda BeAT...

BANDA ACEH - Sehubungan dengan peluncuran All New Honda BeAT series terbaru oleh...

Kapolri Luncurkan Digitalisasi Perizinan...

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo meluncurkan sistem online single...
BerandaNewsSambut Ramadan, Begini...

Sambut Ramadan, Begini Kondisi Warga Aceh di Turki Pascagempa

BANDA ACEH – Ketua Ikatan Mahasiswa Aceh-Turki (Ikamat), Muhammad Akbar Angkasa, mengatakan warga Aceh yang berada di Turki tetap akan merayakan kedatangan bulan suci Ramadan 1444 H, meskipun masih berduka pascagempa dahsyat melanda Turki pada 6 Februari 2023.

Akbar menyebut rasa duka para korban gempa Turki bertambah dengan berbagai musibah lainnya. “Seperti banjir di Urfa, beberapa hari lalu. Gempa susulan di daerah tenggara juga masih terjadi,” kata Akbar dikonfirmasi portalsatu.com melalui pesan WhatsApp, Ahad, 19 Maret 2023, malam.

Namun, kata Akbar, alhamdulillah warga Aceh di Turki saat ini dalam keadaan baik dan sehat. “Kita, insya Allah, tetap merayakan kedatangan bulan Ramadan,” ujarnya.

Akbar menyebut beberapa rumah kontainer untuk sementara sudah ditempati para korban gempa. Pembangunan rumah permanen juga sudah dimulai di sejumlah tempat di Turki.

Menurut Akbar, saat ini jumlah masyarakat dan mahasiswa Aceh di Turki baik yang bekerja maupun sudah menikah dengan warga negara setempat sekitar 140-an orang. Mereka tinggal di beberapa wilayah berbeda, kebanyakan di Istanbul, Ankara, dan kota besar lainnya.

“Kami mengucapkan salam hangat dan salam hormat kepada seluruh masyarakat Aceh, berterima kasih terkait donasi dan kepedulian kepada korban gempa Turki yang sudah disalurkan melalui Ikamat,” tutur Akbar.

Selain itu, Akbar menyinggung soal pembangunan rumah khusus untuk warga Aceh di Turki, disebut sebagai meuligoe, yang sempat dibicarakan kepada Pemerintah Aceh.

“Kita berharap project ini dapat direalisasikan dan dilanjutkan kembali, karena sudah direncanakan, tapi belum direalisasikan. Itu harapan kami,” ucap Akbar.

Akbar menjelaskan rencana tersebut sempat dibicarakan dengan Irwandi Yusuf ketika menjabat Gubernur Aceh. Namun, sampai sekarang belum ada kelanjutannya. “Jadi, ini hanya sebuah project yang belum didukung atau ditindaklanjuti secara 100%,” ujarnya.

Ikamat berharap dengan adanya dukungan Pemerintah Aceh, warga Aceh di Turki dapat mendirikan sebuah meuligoe yang nantinya menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dan mahasiswa Aceh di Turki.

“Nantinya, meuligoe ini juga akan menjadi tempat bagi tamu-tamu kita orang Aceh yang datang dari luar Turki, tentu bisa singgah dan tinggal di situ untuk sementara waktu,” pungkas Akbar.[](Adam Zainal)

 

Baca juga: