TAKENGON – Tim Pansus DPR Aceh Dapil IV Aceh Tengah-Bener Meriah kecewa hasil pembangunan embung Lut Kucak, Bener Meriah. Tim pansus menilai proyek ini tidak sesuai dengan anggaran sebesar Rp4,5 miliar karena tidak punya penahan tanah dari jalan dan gunung.

“Pembangunan embung tahap dua ini rugi karena dengan nilai anggaran Rp4,5 miliar tidak dilengkapi dengan balok penahan tanah jalan,” kata Ketua Pansus Dapil IV, Adam Mukhlis Arifin di Bener Meriah, Senin, 5 Juni 2017.

Amatan di lapangan, embung Laut Kucak terlihat ditopang menggunakan batu yang tidak sesuai dengan anggarannya. “Soal embung, Tim Pansus tidak puas, dan akan menjadi catatan laporan nanti,” kata Adam Mukhlis.

Sementara proyek lainnya yang dianggap sia-sia adalah pembangunan Gedung Paud Model di Kampung Wonosobo, Kecamatan Bukit, Bener Meriah. Proyek ini menelan anggaran hingga Rp1,8 miliar. Lokasi gedung dinilai tidak sesuai dan pembangunannya belum selesai.

“Banyak yang belum terpasang juga seperti keramik dan plafon. Intinya Gedung Paud sangat mengecewakan karena tidak mungkin anak-anak dibawa ke lokasi tersebut. Anggarannya juga terlalu besar,” ujar Adam.

Pada hari kedua, Tim Pansus Dapil IV meninjau sejumlah proyek bersumber APBA yang berada di 12 titik. Proyek-proyek tersebut seperti pembangunan rumah sakit regional di Blang Bebangka, Aceh Tengah, pembangunan embung Lut Kucak Bener Meriah, pembangunan pagar kebun induk Burni Bius, Silih Nara, Aceh Tengah, dan pembangunan jalan Simpang Weh Nongkal. 

Tim juga memantau pembangunan pagar keliling penangkar Luwak di Kecamatan Kute Panang, Aceh Tengah, Pembangunan UPH Tebu 7 Kampung di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, dan beberapa proyek bersumber APBA lainnya di Aceh Tengah.

Tim Pansus Dapil IV terdiri dari enam anggota DPR Aceh, yaitu Adam Mukhlis, Alaidin Abu Abbas, Ismaniar, Ibramsyah, Ramadhana Lubis, dan Bardan Sahidi.[]