REDELONG – Pembangunan jembatan penghubung antara Kampung Tawar Dingin – Wieh Tenang Toa, Kecamatan Permata, Bener Meriah, dilaporkan terbengkalai sejak dua tahun lalu.
Imam Dusun Bakongan Baru Desa Wieh Tenang Toa, Ahmad Aman Sareh didampingi sejumlah warga, Sabtu, 13 Februari 2016 menyebut jembatan itu merupakan satu-satunya jalur penghubung antardesa dari kawasan Bakongan Baru ke pusat kota kecamatan.
Ahmad Aman mengaku pihaknya tidak mengetahui penyebab terbengkalainya pembangunan jembatan tersebut. Saat ini, kata Ahmad Aman, masyarakat mengandalkan jembatan darurat sebagai jalur transportasi menuju Ibukota Kecamatan Permata.
Menurut Ahmad Aman, jika air sungai di bawah jembatan itu meluap saat musim hujan, arus transportasi lumpuh total. Hal itu diperparah dengan kondisi jembatan darurat yang telah rusak. Kata dia, sebanyak 710 KK warga setempat berpotensi terisolir.
“Kami sangat menderita saat ini, karena jembatan itu satu-satunya penghubung pusat kecamatan ke kampung kami,” ujar Ahmad Aman didampingi warga menyampaikan keluhannya kepada anggota DPR Aceh wilayah pemilihan tengah, Adam Muhklis Arifin saat berkunjung ke pedalaman Bener Meriah itu.
Ahmad Aman mengatakan, jika arus transportasi lumpuh, harga bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng dan lainnya melonjak. “Hasil panen kami seperti tomat juga sering busuk karena tidak bisa kami bawa ke pasar,” katanya.
Anggota DPR Aceh Adam Muhklis Arifin mengatakan, jembatan itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bener Meriah. Ia menyayangkan sikap pemerintah daerah yang tidak menindaklanjuti proses pembangunan jembatan penghubung antardesa di pedalaman Bener Meriah itu.
“Kemarin Presiden Jokowi berpidato di Istana Negara saat melantik tujuh gubernur terpilih. Saat itu beliau meminta agar kepala daerah harus sering turun ke masyarakat, lihat kondisi nyata di lapangan. Ini pula yang perlu dilakukan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah supaya tahu persoalan di tingkat bawah. Kita juga meminta inspektorat kabupaten segera turun mengecek ke lapangan,” ujar politisi Partai Aceh itu.[]

