ACEH UTARA – Warga mengeluhkan kondisi hasil Pembangunan Sarana Olahraga Rekreasi Lhoksukon di Desa Kampung Baru, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara. Pasalnya, jogging track atau lintasan untuk jogging tampak berlubang, dan lampu penerangan di lapangan itu saat malam hari tidak menyala.

Dilihat dari laman resmi lpse.acehutara.go.id, pemenang tender paket Pembangunan Sarana Olahraga Rekreasi Lhoksukon itu adalah CV Beuna Usaha beralamat di Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Pagu anggaran proyek itu Rp744 juta bersumber dari APBK 2024 di bawah Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Aceh Utara.

Pantauan portalsatu.com/, Senin, 28 Oktober 2024, sore, fasilitas olahraga itu di antaranya lapangan voli, basket, sejumlah sarana pusat (peralatan) kebugaran, jogging track dan lainnya serta arena permainan anak-anak.

“Sarana ini sudah dimanfaatkan masyarakat Lhoksukon, baik untuk berolahraga sore maupun bermain anak-anak di perosotan fiber, ayunan dan sebagainya. Tapi kita melihat lapangan ini belum tertata dengan rapi, masih terlihat kumuh dan tampak amburadul. Sampah pun bertebaran di lokasi itu,” kata salah seorang warga Kecamatan Lhoksukon, Fikri, kepada portalsatu.com/, Senin, 28 Oktober 2024.

Fikri menyebut fasilitas berupa jogging track terlihat berlubang, terkesan kurang rapi, dan tidak dipasang paving block. Selain itu, kata dia, tidak dipasang bagian tepi, hanya dicor saja sehingga ada yang berlubang. Sedangkan pada jalur lainnya dilakukan pemasangan paving block.

Sejumlah lampu penerangan yang terdapat di tengah lapangan, kata Fikri, pada malam hari tidak menyala secara keseluruhan sehingga pengunjung merasa tidak nyaman bagi yang membawa anak-anak untuk bermain.

“Malam hari juga banyak warga yang membawa anak-anak bermain perosotan, termasuk saya. Padahal lampu penerangan ada, tapi sebagian besar tidak hidup lampunya. Seharusnya tempat ini ada sistem pengelolaan dengan baik, jika memang ini dijadikan sarana olahraga untuk masyarakat atau taman bermain bagi anak-anak. Apalagi kita mendapat informasi dana pembangunan fasilitas itu lumayan besar,” ungkap Fikri.

[Foto: Fazil/portalsatu]

 

Warga lainnya, Tari mengatakan sebenarnya pembangunan proyek itu sangat dinantikan oleh masyarakat, terutama untuk berolahraga saat sore hari. Tapi, kata dia, kondisi di lapangan masih kurang bagus, seperti lapangan voli terlihat pembuatannya kurang rapi.

"Kita melihat tiang lampu penerangan juga banyak dipasang, tetapi ketika malam tampak gelap karena tidak semuanya menyala. Hanya beberapa lampu saja yang hidup, di arena permainan anak-anak juga tidak terang. Mudahan-mudahan nanti ada penataan lebih bagus lagi agar masyarakat yang memanfaatkan tempat itu menjadi nyaman," kata Tari.

Menurut Tari, sejak lapangan ini dibangun sarana olahraga dan mainan anak-anak, mulai ramai kembali dipadati masyarakat baik sore maupun malam. “Bermanfaat juga bagi pedagang kecil bisa berjualan ketika sore hari. Sedangkan malam tidak ada yang berjualan, karena suasananya gelap tanpa lampu penerangan yang memadai”.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Aceh Utara, M. Nasir, saat dikonfirmasi portalsatu.com/ via WhatsApp, Selasa, 29 Oktober 2024, mengatakan terhadap pekerjaan tersebut pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi.

"Sejauh ini masyarakat menyambut baik dan antusias menggunakan sarana olahraga rekreasi tersebut, namun kami belum memperoleh keluhan dari masyarakat," ucap Nasir.[]