BLANGKEJEREN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI meminta Pemerintah Daerah Gayo Lues segera memberikan data rumah yang hanyut dibawa banjir, rumah rusak berat, rumah rusak ringan, dan korban yang mengungsi.
Data tersebut sangat dibutuhkan BNPB agar korban yang kehilangan rumah atau rumahnya tidak bisa ditinggali bisa dibagun hunian sementara.
Permintaan itu disampaikan Jenderal Bambang dari BNPB, Jumat malam, 12 Desember 2025, saat rapat dengan Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, Sekda dr. Nevrizal, dan para Kepala SKPK.
Wabup Gayo Lues, H. Maliki, mengatakan hari ini sudah masuk 18 hari masa tanggap darurat banjir dan longsor di Gayo Lues, tetapi dua kecamatan belum bisa diterobos kendaraan roda dua.
“Untuk itu, marilah kita dengan serius melakukan percepatan pendataan, dan menerobos lokasi-lokasi yang belum bisa dilintasi pascabanjir ini,” kata Maliki.
Kepala Dinas Perkim Gayo Lues, Zakaria, mengatakan data dihimpun pihaknya , jumlah rumah yang hanyut atau rusak berat mencapai 4.711 rumah, dan 411 rumah rusak ringan.
“Untuk memastikan data ini akurat atau tidak, saat ini tim kami masih berada di lapangan, pergi dua hari yang lalu berjalan kaki ke Pining, sampai hari ini belum pulang,” kata Zakaria.
Selain itu, Dinas Perkim juga memiliki kendala seperti KTP warga yang hanyut, dan KK yang hilang. Sedangkan nomor NIK-nya sangat dibutuhkan untuk mengajukan rumah hunian sementara tersebut.[]




